.
.
.
.
.
.
Pelayan itu hanya diam tanpa membuka mulut sedikitpun. Berdiri di depanku tanpa menatapku, mereka punya mata dan juga punya mulut untuk bicara. Tapi semuanya seperti dikunci oleh sesuatu yang bukanlah hal sepele.
Ini membuatku kesal, bahkan hatiku menjadi jengkel setelah apa yang aku dapatkan. Apa aku harus memintanya dengan memohon? Atau apa aku harus mengancam mereka dulu baru bisa aku tau apa yang terjadi? Ini bukanlah sesuatu yang rumit, kalian hanya akan memberitahuku tanpa harus aku laporkan nantinya.
" Apa yang terjadi? Kenapa dengan Izekiel??"
Aku sudah meminta berkali-kali untuk memberikan jawaban tapi mereka hanya diam. Apa kalian ingin kabur? Apa ada yang menyumbat mulut kalian sehingga tidak mau mengatakannya kepadaku?
" Jelaskan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi!!! SEKARANG!!
" No-Nona Muda, tidak ada yang terjadi. Tidak ada terjadi apapun"
" Aku mendengarnya dari sini, ada apa dengan debutanteku??"
" Tidak terjdi masalah kok, Nona Muda."
Mereka benar-benar tidak mau memberitahuku ada apa. Aku jadi takut dan banyak pemikiran lain yang bermunculan.
Sebenarnya apa yang terjadi dibelakangku. Ada apa dengan debutanteku? Apa semuanya hanya.....
Aku pergi meninggalkan ruang dapur dengan sangat cepat, aku tidak peduli dengan kalung ini lagi dan bahkan ucapan terima kasihku untuk Izekiel. Aku ingin kembali ke kamar. Aku tidak peduli lagi, semua orang sesungguhnya tidak memperhatikanku, mereka tidak pernah memperhatikanku.
Sama sekali tidak pernah....
Kenapa aku jadi marah dan kesal?
Padahal sebenarnya aku sudah sadar akan hal ini. aku sudah mengetahui hal ini jauh sebelum aku tumbuh dewasa. Semua orang di kediaman Alphaeus tidak pernah memperhatikan Zenith Magritha, bahkan sebelum aku terlahir kesini Zenith asli juga sudah bilang bahwa dirinya kesepian selama hidupnya.
Lalu mengapa aku harus kesal begini? Bukannya sudah jelas kalau status Zenith Magritha, seorang Putri yang sesungguhnya dibuang oleh keluarga dan juga Pamannya? Bahkan ayahnya Anastasius tidak menyukainya, kan.
Mengapa aku harus sedih begini? Mengapa aku harus Hiks..menangis?? ini bukan tipeku.
Hikss Hikss....
Hahhh.....
" Kau kenapa??"
Aku memutar tubuhku menghadap Balkon kamar yang sudah terbuka lebar. Benar saja, aku lupa kalau Lucas masih ada disini. Apa dia tidak akan pulang?
" Apa kau- Hiksss Hikss tidak akan pulang?"
" Kau kenapa??"
Dia kembali mengulang pertanyaannya dan aku masih saja tidak bisa mengatakan apa yang terjadi.
" Apa kau tidak akan rindu-Ath-Athanasia?? Hiksss"
" Aku bilang KAU KENAPA??"
Aku tersentak dari tangisku, tanganku yang basah karna menghapus air mata sekarang terangkat ke udara. Bulir-bulir air yang turun dari pelopakku membuat pandanganku sedikit buram, dan aku hanya bisa melihat seseorang memegang tanganku sembari memastikan.
Apa ada dua orang pria disini? Apa sekarang aku bersama Lucas? Atau bersama pria lain?
" Kau kenapa, Zenith??"
Zenith?? Hah, kau tidak pernah mengatakan itu kepadaku. Kau selalu mengucapkan kata Chimera, Hikss. Apa kau tengah menghiburku? Atau hanya ingin membuatku menjadi-
KAMU SEDANG MEMBACA
LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera) TAMAT
FantasiYoona adalah seorang gadis SMA yang sangat menyukai webtoon Apapun jenis Webtoon selalu ia baca. Pada suatu ketika, ketika ia selesai membaca salah satu Webtoon berjudul Suddenly i Became a Princess kejadian aneh menimpanya Dan.. Mengapa AKU HARUS M...
