Hari ini aku hanya duduk di Mansion, aku tak bisa kemanapun sekarang. Alasanannya Simple, Zenith sakit. Aku harus menemaninya sekarang dikamarnya. Zenith tidak memiliki teman lain selain aku di Kediaman ini, anak-anak seumuran kami juga jarang berkunjung apalagi untuk bermain. Kami biasa bermain berdua saja, dan sebagai kakak aku harus selalu memperhatikan adikku terlebih dia perempuan.
Beberapa hari yang lalu Zenith mengalami hal yang aneh, entah karena sikapnya atau Rose yang kurang perhatian Zenith berada sendirian di Balkon kamarnya yang terkunci dari dalam, malam hari lagi. karena kedinginan dan terkurung sampai pagi akhirnya dia demam panas dan sampai sekarang masih berbaring di tempat tidur.
Dan anehnya lagi, dia selalu mengigau menyebut nama penyihir menara didalam tidurnya.
" Lucas sialan....Akhhh"
Kan, baru beberapa jam setelah mengigau sekarang dia menyebut nama itu lagi. aku takut jika saja roh penyihir menara menghampirinya.
Dua hari sebelumnya, aku berulang tahun. Ulang tahunku yang ke7. Kami merayakannya bersama diruang tamu, dan aku sangat bahagia. Bahkan mungkin aku akan sangat bahagia lagi jika saja Zenith juga hadir dalam pesta kecil itu. padahal aku sudah memberitahunya dan dia sangat senang dengan Pesta itu tetapi dihari H dia malah tidak datang dan besoknya dia Demam.
" Ughh, Hachuuu..."
" Zenith, kau sudah bangun?"
" mmm?? Sejak kapan kak Izeikil ada disini?"
" Dari tadi, habis makan pagi aku langsung kesini. Apa kepalamu masih sakit??"
Dia tidak menjawab pertanyaanku, matanya terlihat bergerak menuju Balkon kamar pribadinya. Setelah itu Zenith bangun dari tidurnya dan duduk tepat di depanku. Raut wajahnya sedikit kesal, namun aku tidak tau dia kesal karena apa.
" Sudahlah, kakak bisa pergi sekarang. Aku juga sudah sembuh kok." Eh, dia menyuruhku pergi?
" Tidak apa-apa kok, aku bisa
menemanimu seharian disini."
" Bagaimana dengan belajar kak Izeikil? Kan katanya mau ke Arlanta!!"
Loh, kok dia malah ngambek kayak gitu? Memangnya apa salahku sekarang? Apa dia benar-benar tidak mau aku pergi ke Arlanta?
" Aku bisa belajar dari sini. Aku bisa menemanimu dan belajar di kamarmu."
" Tidak usah!! Silahkan tinggalkan aku sendiri."
Aku tidak mengerti dengan Zenith, kelihatannya dia begitu marah tapi tidak tau marahnya ke siapa. Dia juga melemparkan wajah cemberutnya kepadaku sekarang. Untuk jaga-jaga, sebaiknya aku benar-benar pergi sebelum dia menangis keras. Setidaknya dengan begitu dia tidak memukulku kan.
" Baiklah, aku keluar. Nanti kalau ada yang kamu inginkan panggil saja aku ya.."
TRAP.....
Huhhhh...
Sebaiknya aku kemana sekarang ya? Aku nggak tau juga mau kemana kalau bermain. Biasanya aku selalu mengikuti Zenith. Dia juga lagi sakit sekarang, aku nggak tau tempat mana yang akan aku kunjungi.
Apa aku ke perpustakaan saja? Atau ke labor?...
Ahh, apa ke ruang kerja Ayah saja? ya sudahlah, ke ruang kerja ayah.
Tok tok..
" Ayah, apa ayah sibuk?" aku masuk ke Ruang kerja Ayah dan sungguh, ruang kerjanya benar-benar berantakan.
" Bagaimana kelihatannya Izeikil? Apa ayah lagi bersantai??"
" Tentu saja, hari libur ayah selalu dengan kertas hehe."
KAMU SEDANG MEMBACA
LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera) TAMAT
FantasiYoona adalah seorang gadis SMA yang sangat menyukai webtoon Apapun jenis Webtoon selalu ia baca. Pada suatu ketika, ketika ia selesai membaca salah satu Webtoon berjudul Suddenly i Became a Princess kejadian aneh menimpanya Dan.. Mengapa AKU HARUS M...
