64. 🍂DEVOTION

702 103 44
                                        

Pagi ini semua sudah terasa berbeda. Hawa dingin yang menusuk kulit bahkan terasa sampai menembus tulang.

Kekaisaran Obelia sedikit ramai hari ini. Mengingat telah kembalinya Kaisar Obelia yang kabarnya beristirahat sementara waktu,kini meminta seluruh bangsawan untuk berkumpul di istana Emerald.

Claude telah duduk di singgasananya. Disampingnya telah berdiri sosok pria bersurai merah dengan baju baja khas prajurit perang. Disebelah kiri Claude telah duduk seorang gadis belia berambut emas dengan anggun, bersama pendampingnya Penyihir agung menara

Para bangsawan berdiri bersebelahan disamping karpet merah besar yang membentang dari pintu masuk Ruang aula kekaisaran.

Dan kini, Aku berdiri tepat dipintu masuk untuk berjalan menghadap pada Claude yang sudah menungguku beberapa saat lalu.

" Nona Magritha dari kediaman Alphaeus, diminta untuk menghadap Yang mulia Kaisar"

Tubuhku menggigil bersamaan dengan namaku yang disebut. Aku diarahkan berjalan menuju ke tengah-tengah Singgasana, dengan beberapa pengawal yang berdiri disampingku.

Jantungku berdegup kencang. Tepat didepan sana aku harus apa? Bahkan sekarang aku sangat gugup dengan tatapan para Bangsawan yang melihatku rendah.

Aku berjalan menuju singgasana milik Claude. Sembari itu, aku terus melirik ke beberapa sudut para bangsawan yang berdiri. Aku ingin melihat Duke Alphaeus. Apakah mereka ada disini sekarang?

Dari jauh, aku melihat sosok yang amat aku kenal berdiri didekat jendela. Itu adalah Rose dan Carla. Mereka berdua berdiri jauh dari barisan bangsawan, namun dia terlihat memperhatikan ku sekarang

Sebuah senyuman muncul dari bibirku, entah mengapa aku merasa sedikit senang karena mereka hadir. Namun aku juga merasa bersalah karena Rose harus melihatku dalam keadaan yang seperti ini.

Akhirnya aku sampai ditengah Aula.

" Segala keagungan dan berkat kekai-

" Tutup mulutmu!"

Deg..
Tubuhku bergetar kuat mendengar suara Pria yang kini berada tepat didepanku. Pria yang beberapa waktu lalu masih menyuruhku untuk menemuinya di Istana ini sekarang memberikan nada dingin kepadaku.

" Beraninya kau mengacaukan kerajaan! Dasar gadis sampah!"

" Papa!!"

Aku memejamkan mataku. Sebisa mungkin aku harus menahan ragaku agar tidak lemah. Dan sebisa mungkin aku akan menguatkan mentalku terhadap perkataan Claude yang sudah aku perhitungkan sebelumnya.

" Kau punya nyali juga menentang kekaisaran. Kau pikir kau hebat?"

" Ma-Maafkan saya Yang mulia"

" Aku tak sudi mendengar suaramu!"

" Saya..Saya benar-benar bersalah Yang mulia. Saya tidak bisa mengontrol diri dan akhirnya menciptakan kekacauan bagi Kekaisaran. Dengan segala pengampunan Yang mulia, Saya akan menerima hukuman saya"

" Kau masih bisa bicara? Haruskah aku memotong lidahmu disini?"

Lagi..
Sekali lagi jantungku seperti tak berdetak. Bahkan aku tidak merasakan adanya udara disekitar ku

Tubuhku menggigil bersamaan dengan buliran air mata yang aku tahan sedari tadi. Kata-kata yang dikeluarkan Claude sungguh menyakitkan.

Padahal sebelumnya.. sebelumnya dia masih baik-baik saja kepadaku namun kali ini- Baru kali ini aku mendengarnya semarah ini kepadaku

" Dan untuk kalian yang meremehkan ku, sudah saatnya kalian semua mengakhiri hidup kalian. Dan untuk yang kedua kalinya!"

Aku tersentak, dengan cepat aku kembali menengadah dan menatap Claude yang saat ini menyeringai ke sudut yang berbeda.

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang