4. Bermain

3.6K 415 23
                                        

Pertemuan pertamaku denganmu memang tidak bagus, tetapi jujur itu adalah pertama kalinya aku jatuh cinta denganmu

LADY MAGRITHA




Suara angin berhembus begitu pelan diluar jendela. Dari kamar, aku dapat melihat dedaunan bergoyang dengan sangat lambat. Tak lupa, Rose membukakan jendela kamarku agar angin juga bisa menyapaku yang masih duduk di karpet merah ini.

Sudah tiga tahun aku bermimpi di dunia sialan ini. Jika saja Rose tidak ada, mungkin aku sudah bisa bunuh diri lebih awal, tapi aku undur. Di dunia ini juga aku merasa sedikit senang. Aku dimanja oleh keluarga Alphaeus, semua permintaanku dikabulkan dan tak lupa, mereka selalu menjagaku setiap saat.

Rencana keduaku baru akan aku mulai ketika aku berumur 5 tahun. Setidaknya di waktu itulah Athi kecil bertemu lucas. Jika aku mulai sekarang rasanya tidak mungkin, berjalan aja susah.

" Roc, Jetti ingin minum.." Bahkan bicara aja masih-

Hahh...

" Anda haus Nona.? Biar saya ambilkan minumannya.." Rose membalas permintaanku dan berjalan ke meja kecil yang berisi nampan makanan.

" Maacihh.."

Aku menggunakan nama panggilan Jetti disini, sesuai dengan apa yang dikatakan Athanasia pada Zenith watu mereka main dipasar. Seru juga kalau imut-imut, hehe.

" Roc, kapan Jetti boleh keluar..??"
Nah, ini jugalah salah satu alasanku tidak bisa mencari Lucas, pasalnya Duke yang satu ini melarangku keluar dari mansion keluarganya. Tidak ada yang boleh tau keberadaanku dan tidak ada yang boleh melihatku hingga debutante ke 14.

Bangsat memang...

" Anda boleh keluar kok Nona, kita bisa pergi ke taman."

" Tidak, Jetti ingin ke menara bercahaya itu." ujarku. Aku tidak tau itu apa, yang jelas setiap malam dari balkon kamar Zenith ini, aku selalu melihat menara itu bercahaya terang. Sepertinya disana ada banyak orang. Makanya aku tertarik kesana.

" Nanti ya, ketika Nona sudah besar.."

Yah, kata-kata itu lagi. Aku tidak bisa berujar selain mengangguk oke. Anak kecil memang diwajibkan patuh kayaknya.

Tak lama, aku mendengar suara pintu kamar dibuka, beberapa penjaga masuk dan berdiri di pintu kamarku. Lalu seseorang datang.

Yah, Anjing putih lagi. sekarang mau ngapain dia??

Aku sedikit kaget ketika seseorang mengeluarkan keberadaannya didepanku. Anak kecil berambut putih dan bermata platinum, baru saja keluar dari persembunyiannya. Sebenarnya sih, dia malu-malu dan bersembunyi di belakang tungkai panjang ayahnya.

Siapa itu?

" Zenith, paman membawa teman baru untukmu. Ini anak paman, namanya Izeikil." Alphaeus membawa anaknya itu mendekat kearahku.

Dia Izeikil? Astaga lebih imut dari yang aku lihat di Webtoon.

" Halo, saya Izekil."

Dia memberi salam kepadaku layaknya bangsawan remaja, lalu menatapku dengan sedikit ragu. Memang sih, anak berumur tiga tahun mana yang berani hingga menepuk punggung waktu menyapa.

PLAKK

" Hai, Ijei kill" Kecuali aku. Aku baru saja menampar bahu kecilnya. Aku harap tidak sakit, karena Zenith kan mempunyai tangan yang halus, lembut kecil dan tak bertenaga hehehe.

" Nona Magritha, beri salam yang benar pada Tuan muda." Peringatan Rose terarah padaku, oke oke!! Akan aku perbaiki.

" Salam kenal, T-Tuan Alpeus, namaku Jetti."

Cowok dengan mata bulat besar itu seketika menatap ayahnya yang masih berdiri di belakang. Aku tebak, dia pasti sedang ketakutan sekarang. Melihat gadis mungil bak preman ini akan sangat mengganggu hatinya, mungkin.

" Bermainlah dengan adikmu ya, Izeikil. Ayah akan kembali ke ruang kerja"

Ayahnya pergi dan meninggalkannya sendiri. Apa kelihatan sunyi Izeikil? Aku lebih lama berada diruangan ini. aku rasa kau akan bosan.

" Tuan muda, Nona magritha. Ayo kesini kita makan cemilan dulu." Ujar Rose yang memecahkan suasana.



LADY MAGRITHA




" KYAAAA, berikan boneka Jetti!!!"

Aku tidak tau apapun tentang kehidupan Zenith ketika ia kecil, tidak ada cerita di Webtoonnya tentang ini. tapi bisakah KAU KEMBALIKAN BONEKAKU SEKARANG??? Dia mengambil seluruh mainanku. Rakus!!

" Nona, pinjamkan satu untuk Tuan muda ya. Kan bonekanya sudah banyak.."

" TIDAK!! Roc, kenapa dia main boneka? Dia kan laki-laki." Ujarku sembari merengek tak mau melepaskan mainanku. Masa laki-laki mainnya boneka sih? Keparat dah tu cowok.

" Berikan aku satu Zenith, mainanmu hanya ini."

Woo bijak juga kau berucap rupanya ya??!!

" Kenapa ambil punya orang? Ambil aja mainan kamu cana. Kan mainannya banyak. Aku nggak mau bonekaku rucak gara-gara kamu IJEI KIL" Aku kembali membalas perkataannya. Jelas-jelas sekarang aku adalah adikmu, kau malah mengganggunya seperti ini!!

" OKE!!"

Dia pergi meninggalkan aku bersama Rose dikamar. Dia membuka pintu pelan-pelan dan pergi tanpa bersuara sedikitpun. Berapa umurnya ya? 4 tahun? Aku rasa diumur segitu dia tak akan berniat membalas dendam.

" Nona magritha.. kenapa anda bicara seperti itu? saya tidak pernah mengajarkan hal begitu rasanya" ujar Rose padaku dengan wajah berkerut.

Aku hanya mendengar dengan wajah yang diekspresikan seperti penyesalan. Lagian, sesudah ini aku bakalan membuat onar lagi. Itulah yang aku inginkan. Selama Ini Zenith asli hanya menerima perintah dan tak pernah melawan sedikitpun. Entah itu memang karakternya atau apalah, yang jelas itu tidak sesuai untukku.

Aku kembali mendengar pintu kamarku dibuka dan melihat Izeikil berjalan dengan wajah cemberut. Apaan itu? apa dia mengadukan pada ayahnya? Kalau benar- MATI AKU!!

Tak lama, aku melihat beberapa penjaga membawakan mainan khas cowok-cowok. Ada bola, kereta kuda, dinosaurus, elang, tentara, pedang-pedang dan banyak lagi. ssemua khas cowok dan tentu saja..

MAINAN FAVORITKU..

" Ijei-Kil, mainanmu banyak cekali, UWAHH, ini baguc, ini keren Wahhh.."

Tidak peduli dengan apapun, aku merebut mainan yang ada ditangan penjaga itu.

" Ini mainanku, kenapa kamu ambil?. Mainanmu kan disana.." Balasnya sembari menunjuk karpet merah.

Aku menggelengkan kepala dan kembali mengambil beberapa mainannya yang berserakan dilantai kamarku. Lalu mengarahkan padanya.

" Aku cuka ini. bolehkah aku pinjam?"

Izeikil masih diam memperhatikan, rada-rada tidak sukanya terasa olehku. Tapi itu tidak masalah, karena aku pandai meredakan amarah orang lain.

" Ijei kil, ini namanya apa? Apa ini rusa? Kita main perang-perang yuk. Kamu dicana, aku dicini. Nah, ini bentengku!!"

" Bukan, itu kuda. Kau pandai berperang??" Balasnya.

" Satu tembakan, hancur. Hehehe" Ujarku lagi sembari tertawa lepas. Aku tau, tawanya Zenith sangat manis untuk seseorang bernama Izeikil

" Hahahaha, baiklah. Kamu buat bentengnya disana Zenith. Aku akan membangunnya disin. Nanti kereta kudanya lewat dijalan ini."

"oh Iya, , jangan lupa Tuan putrinya!! Jetti akan ambil boneka Jetti dulu."

" Baiklah, gabungkan kesini Zenith. Kita akan mainkan semuanya.."

" BAIK..














LADY MAGRITHA
Suddenly i became a princess Chimera

Jangan lupa vote dan komen

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang