49. 🍂 Capchum

645 80 6
                                        



" Sudah selesai.?"

Aku melangkah menuruni tangga terakhir mansion. Didepanku telah berdiri Izekiel yang ternyata menungguku dari tadi. Aku kira dia akan pulang ke Mansionnya dan beristirahat ternyata dia malah menungguku disini.

" Kau tidak akan pulang?" Ujarku padanya, padahal aku ingin berangkat ke Istana Emerald sekarang.

" Sebentar lagi, aku akan meng-escordmu sampai kereta terlebih dahulu."

Aku hanya mengangguk dan menautkan tanganku pada lengannya. Yah seperti biasa ketika dia meng-escordku ke beberapa acara Bangsawan.

Hari ini cuaca cukup cerah, terlihat awan putih mengelilingi setiap langit Obelia. Aku rasa tidak akan hujan kalau cuacanya seperti ini. Palingan hanya akan mendung.

Sore yang indah untuk jamuan teh hari ini, aku merindukan Athanasia. Sudah sekitar satu bulan aku tidak bertemu dengannya.

Aku menoleh pada Izekiel yang masih menjadi pendampingku. Dia terlihat begitu tenang.

Apa dia tidak merindukan Athanasia? Atau dia rindu tapi tidak memperlihatkannya padaku.

"aku hanya mengantar sampai sini ya, selebihnya kau pergi dengan pengawal"

Aku melepas genggamanku dari Izekiel dan lantas meliriknya.

" kau tidak mau ikut? Sekalian untuk menyapa Tuan putri" ujarku pada Izekiel. Menurutku dia juga sangat ingin bertemu dengan Tuan putri saat ini

" bagaimana mungkin aku ikut, itu adalah pertemuan para gadis bangsawan"

Aku kembali merenung. Benar juga, ini adalah pertemuan para gadis kalau Izekiel ikut dia akan menjadi objek penglihatan yang akan mengganggu acara kumpul-kumpul kami. Bisa-bisa dia mengganggu kenyamananku, setidaknya untuk para gadis yang mencari pangeran tampan.

Walau mungkin akan ada Lucas disana sih..

Lebih gak baik kalau Lucas ada disana, bisa perang besar nanti! Gawat.


" kenapa kau memandangku begitu?"

" memandang bagaimana?

" menyeramkan!!"

Apa?

Izekiel membukakan pintu kereta untukku, lalu aku masuk ke dalam dengan sangat hati-hati. Aku duduk didalam kereta dengan nyaman, lalu pengawal menutup keretaku.

Aku melihat Izekiel melambaikan tangan dan keretaku akhirnya berjalan meninggalkan Kediaman Alphaeus.




Aku tersentak disaat pintu keretaku di ketok pelan. Dari dalam, aku melihat seekor kuda yang berjalan mendampingi kereta dan berjalan pelan. Namun siapa yang mengetuk kereta?

Tuk

Tuk


" nona.."

Siapa itu?
Aku membuka jendela kereta dan melihat keluar. Walau kereta masih berjalan tetapi aku masih bisa memandang keluar dengan aman. Keretanya tidak melaju cepat.

" Keito..?"

Jantungku kembali berdegup kencang ketika orang yang mengetuk keretaku terlihat bersama senyuman khasnya. Dia mengikutiku?

" K-Kenapa kau, bisa ada disini?" Ujarku gugup. Kenapa dia bisa bersama rombongan keretaku?

" Aah itu, saya akan mengawal anda sampai ke Istana"

Mengawalku?

Aku diam sembari membalik badan menyesuaikan dudukku kembali. Dia akan mengawalku ke Istana saat ini. entah itu utusan siapa aku tidak tau, tapi kalau Keito mengawalku begini..

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang