21. DEBUTANTE

1.6K 212 16
                                        


Revisinya baru sampai sini.
Jika terdapat kesalahan lagi dan banyaknya typo serta penulisan yang amburadul, mohon dimaafkan ya😁









Zenith PoV

Aku membuka kedua mataku sepenuhnya, nafasku masih belum bisa kuatur dengan baik, hanya saja sekarang tubuhku rasanya sudah kembali bisa berdiri tegak. Dengan rasa tak percaya, aku kembali menatap Izeikil . pria yang kini masih memegang bahuku itu hanya menatap diam tanpa bicara sepatah katapun.

Aku melirik semua dari tubuhnya, pakaiannya, rambutnya wajahnya hingga matanya yang benar-benar adalah kepunyaan Izeikil Alphaeus.

Aku masih belum percaya, kalau Izeikil pulang dari Arlanta. Tahun berapa sekarang? Mengapa dia pulang begitu cepat? Itulah yang sekarang aku pikirkan. Rasanya waktu berlalu sangat cepat hingga aku sekarang protes pada waktu karna mendatangkan Izeikil diluar hitunganku.

Jangan sangka, aku selalu menghitung hari semenjak Izeikil pergi ke Arlanta pertama kali hingga dia pulang ke Obelia. Dan dalam hitunganku dia baru akan kembali lima bulan lagi, tepat sebelum Debutantenya Athanasia.

Tapi mengapa???

" Kenapa kau menatapku seperti itu??"

Aku seketika keluar dari lamunanku, menatap kembali izeikil aku melihat dia tersenyum tipis ke arahku. Apa ada yang terlewatkan tadi??

" Ah,iya. Aku..." sial aku jadi salah tingkah sekarang. Kenapa suaraku mendadak hilang begini???

" Kalian sedang melakukan apa??" Ujarnya lagi tetapi bertanya kepada Keito. Lalu aku mendengar Keito menjawab dari belakang.

" Nona Magritha ingin berdansa, Tuan muda. "

" Aaa, berdansa ya. Apa aku mengganggu?"

Aku kembali mengangkat kepalaku dan dengan cepat menjawab bahwa kedatangan Izeikil tidaklah menggangu aktivitas kami. Setelah itu aku beralih berjalan mengambil kantong yang aku tinggal disudut ruangan dan kembali bergabung kearah dua pria didepanku.

" Izeikil, kapan kau pulang??" ujarku menyapa. Aku baru sadar bahwa dari tadi aku tidak menyapanya.

" beberapa waktu lalu." Balasnya pendek.

" Lalu apakah kau sudah bertemu paman?" Tanyaku lagi dan dijawab pendek oleh Izeikil sembari berjalan keluar. Aku rasa dia memang menyuruh kami untuk keluar dari ruangan ini deh.

" Apa kata paman waktu pertama kali melihatmu??

" Mmm, selamat datang??"

" Oh gitu, apa kau sudah bertemu dengan Rose?

" Sudah

" Apa kau sudah makan? Kalau belum biar aku buatkan camilan. Aku sudah belajar memasak ketika kau pergi" Ujarku lagi.


Yahh, selama Izeikil berada di Arlanta aku selalu menyibukkan diri untuk belajar apapun yang aku mau. Aku memulainya dengan belajar berpedang bersama Keito, belajar memasak bersama Rose, belajar mengobati seseorang bersama Anna dan belajar berdansa bersama Madam Marry.

Semua itu aku lakukan untuk menghabiskan waktuku agar tidak membosankan. Aku pikir, ketidakadaan Izeikil akan membuatku suntuk dan bosan. Makanya aku lakukan semua itu, ternyata, seiring berjalannya waktu semua yang aku lakukan menjadi kebiasaan dan akhirnya aku menjadi lihai melakukannya.
Syukur kan?

" Aku sudah makan.."

Izeikil beralih menuruni tangga lantai tiga, bersama dengan Keito aku mengikuti Izeikil dari belakang. Aku memperhatikan Izeikil beberapa saat lalu berfikir..

LADY MAGRITHA, ( Suddenly i Became a Princess, Chimera)  TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang