UDAH PERNAH NGUBAH PAKBOI JADI BUCIN BELUM? KALO BELUM COBAIN DEH, RASANYA.... AH MANTAP!
***
"Pacaran yuk?" ajak Ace tanpa beban.
Terlalu to the point.
Shanetta langsung menoleh kearah Ace, ini seriusan?
"Jawab dong An, bukan malah liatin aku gitu...
"Ace sama Yogas berantem," sahut Shanetta, "gue harus pisahin mereka!" Sambung Shanetta dengan raut panik.
"Yaudah ayo! Gue ikut!" Kata Cessie.
"Gue juga," sahut Rhea. "Mau ikut gak Lo Lie? Kalo mau ayo!"
"Lilie tadi bilang gak peduli," ujar Shanetta lalu berlari pergi.
"Yaudah kita kebwah ya Lie," lalu Cessie dan Rhea mengikuti Shanetta.
"E-eh gue juga ikut," Lilie yang tadinya tidak berniat melihat sama sekali jadi ikutan berlari ketika teman-teman nya malah pergi meninggalkan.
Satu sekolah langsung ramai, dalam hati Lilie bertanya-tanya, kenapa Yogas dan Ace bisa ribut padahal mereka berteman sangat baik.
0o0
Yogas sudah bersiap tinggal menunggu gadis yang ditunggunya datang. Sekarang laki-laki itu sedang ditetesi darah-darahan, dia memakai perwarna makanan berwarna merah untuk mengelabui. Diteteskan kebagian hidung, mulut dan pelipis.
Begitu juga dengan Ace yang ceritanya jadi partner berantemnya hari ini.
"Gue ceritanya pukulin Lo Ampe bonyok gitu ya, terus Lo pura-pura pingsan," instruksi Ace.
"Siap, Lilie nya masih dimana sih?"
"Lagi otw kesini bos! Ditangga dia ditangga!" Herman berteriak heboh ketika mendapat info dari salah satu temannya yang tadi memberitahu Lilie.
"Ayo! Ayo! Lo tonjok gue Cey!" Pinta Yogas yang sudah siap posisi.
"Iya-iya, ayo cepet bikin kerumunan!" Perintah Ace sambil menarik kerah baju temannya. "Lo tiduran aja Ji, pingsang ceritanya!" Suruh Ace.