Judul lama : ATHAZIO
Awalnya Theea hanya tertarik pada ketua geng nomor satu di sekolahnya dan bertekad untuk menjadikan cowok itu sebagai kekasihnya karena penasaran dengan sifat pendiam dan tenangnya.
Namun, Theea tidak menyadari jika rasa tertar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari pertama Theea belajar bersama Atha sangat mendebarkan. Gadis itu tidak sabaran ingin cepat-cepat pergi ke rumah sang pujaan hati. Seperti yang Atha katakan bahwa Rival lah yang akan mengantar Theea ke rumah cowok itu. Theea pulang ke rumah lebih dulu dan mengganti seragamnya dengan pakaian santai sebelum mengunjungi rumah sang gebetan.
"Theea! Lo jadi pergi gak sih?! gue tinggal juga lo!"
Theea mencebikkan bibirnya kesal mendengar teriakan sang tetangga dari luar. Siapa lagi kalau bukan Rival. Cowok hitam manis itu yang akan menjadi supir pribadinya sekarang meski Rival sangat keberatan tapi karena Atha yang memintanya mau tidak mau Rival harus menurut.
Theea memasukkan beberapa buku tulis dan buku paket ke dalam ranselnya, memperhatikan penampilan di depan cermin kemudian keluar setelah dirasa tidak ada lagi yang tertinggal. Begitu pintu dibuka, wajah kesal Rival langsung menyapanya.
"Lama!"protes cowok yang memakai jaket kulit dan celana jeans hitam sobek dibagian lututnya itu membuat Theea mendelik. Gadis berbalik menutup pintu tak lupa menguncinya mengabaikan protesan Rival yang melangkah menuju motornya terparkir.
Theea menyimpan kunci kontrakan di dalam tas kemudian menyusul Rival sembari melipat bibirnya menahan gerutuan. "Kuping gue panas tau, Val, lo omelin mulu."
"Bodo amat!"Rival memasang helmnya setelah memberi satu helm kepada Theea. "Entar sampai sana gue gak tanggung jawab ya kalo Atha liat gue boncengin lo, padahal dia nyuruh gue nunjukin jalan aja, lo naik pake taksi."
Theea cemberut lalu naik ke jok belakang setelah memasang helm. "Iya ih, bawel deh! Mending jalan sekarang!"usulnya seraya menepuk punggung Rival pelan membuat cowok itu mendengus lirih. Perlahan motor besar Rival meninggalkan kawasan kontrakan mereka membelah jalanan.
"Val!"panggil Theea membuat Rival menoleh sedikit seraya bergumam. "Atha pernah pacaran gak?"
"Gak pernah sih setahu gue," jawab Rival. "Jangankan pacaran, deket sama cewek selain nyokapnya aja gak pernah."
Mendengar informasi itu membuat Theea sedikit tidak percaya dan berbunga-bunga. "Tapi yang suka sama dia banyak," sambung Rival lagi. Theea mengangguk membenarkan. Tidak heran sih banyak yang menyukai Atha, tidak hanya wajahnya saja yang tampan dan mempesona, aura dan akhlak cowok itu sangat mengagumkan. "Tapi, yang ngedeketin dia sampai segininya baru lo doang. Anak-anak di tongkrongan sampe ngegosipin lo sama Atha."
"Masa sih?"
"Iya. Tapi ya, lo tahu sendiri lah Atha itu orangnya ngejaga batasan banget."
Theea mengangguk-angguk kecil. "Berarti gak ada cewek yang spesial dong di hati dia sekarang?"
"Kalo itu gue gak tau. Atha tuh gak bisa ditebak orangnya,"jawab Rival membuat senyum lebar Theea menyusut. "Atha gak pernah cerita ada cewek yang lagi ngisi hatinya sekarang."