Tim bacaceritainirecomenddaritemen, apakabar? Udahbosenataumasihmaulanjut?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Kamu mau pulang?" tanya Kanaya.
"Mau ke pos ronda, rapat anak-anak Karang Taruna."
"Mau ikut," Kanaya bringsut memeluk tubuh Catur secara posesif.
"Nggak boleh, Nay. Gih balik ke kamar, lanjutin nonton barbienya." Catur mengusap kepala Kanaya dengan usapan lembut.
"Aku pengin ke pasar malam," ucapnya mendongkak pada Catur.
"Tutup." alibi Catur. Malam ini ia harus menghadiri rapat Karang Taruna.
"Kamu bohong, mana ada tutup. Kamu pikir pasar malam itu warung ada buka tutupnya. Ayo ke sana." Kanaya merengek. Semakin mengeratkan pelukannya.
"Nay, yang nurut kalo di bilangin. Lain kali kita ke pasar malam."
"Ih pokoknya aku pengin jalan-jalan, ayo Catur."
Catur menghela napas, sejurus kemudian ia terusik oleh getaran yang berasal dari saku celananya. "Sebentar, ada pesan grup." Catur terfokuskan oleh ponsel yang bergetar tiada henti.
KARANGTARUNA
Bimo: Mas Catur nyari kelinci? Gue nggak ada sih, nanti gue coba tanya ke bokap.
Joni: Kemarin temen ada yang nawarin, gue chat nih siapa tau masih ada.
Bimo: Jadi rapat nggak Mas?
Joni: Jadi, buruan merapat lo pada.
Andre: Catur nyari kelinci buat apaan?
Joni: Ceweknya lah.
Andre: Owalah. Kirain mau di sate.
Bimo: Mas Catur emang beda. Ngasih kelinci ke pacar.
Joni: Emangnya lo malah ngasih sperma.
Bimo: Astaghfirullah Mas, nggak gitu. Mana pernah.