Happy reading! Jangan lupa vote ya.
Oh iya, kemarin-kemarin aku berniat tamatin cerita ini di part 50. Tapi nggak tau kenapa aku nggak rela. Hahah aneh, jadi aku membiarkan cerita ini tetap lanjut. Karena buat hiburan kalian juga. Tamat atau enggak yang penting Catur tetep jadi pacar Kanaya hahah❤❤
Tapi maaf ya kalo updatenya lama. Banyak ceritaku yang On-Going jadi kadang cerita ini terlupakan. Biar upnya cepet teror aja!
***
Tigo mendatangi markas yang sudah berbulan-bulan ini ia tinggalkan semenjak terciduk polisi. Hari ini ia sengaja menghampiri teman-teman berandalnya untuk memastikan mereka baik-baik saja.
"Wih, Go!" seru mereka dengan raut ceria.
"Baru datang langsung di suruh pergi," gumam Tigo menampilkan raut datar.
"Itu nama lo yang nggak jelas, masa gue manggil lo, Ti? Nggak lucu kan?" Tigo tertawa karenanya. Ia merangkul mereka satu per satu. Merindukan tempat sekaligus suasana markas yang dulunya menjadi rumah paling nyaman.
"Rapih banget lo, Go. Sengaja mau ke sini apa mau jalan kemana?" tanya temannya.
"Sengaja ke sini, ini bau apaan sih." raut Tigo tidak bersahabat. Ia menutupi hidungnya. "Mual banget gue. Lo pada ngapain?"
"Yaelah, ini kita habis ngamer. Lo kayak nggak pernah aja dah. Udah suci lo?" ia tertawa mendorong bahu Tigo.
"Bukan sok suci, tapi serius gue mual nyium baunya. Udah lama gue nggak minum." ujar Tigo.
"Masih ada nih, Go. Lo mau?" sahut yang lain sembari menyodorkan botol berisi alkohol.
"Nggak, gue udah janji sama bokap. Gue nggak akan minum lagi. Gue ke sini juga cuma pengin tahu keadaan lo semua." ungkap Tigo.
"Lo nggak bakalan tinggal di sini lagi, Go?" pertanyaan itu terdengar menyakitkan di telinga Tigo. Biar bagaimanapun, tempat itu adalah saksi kehancurannya, tempat ternyaman yang membuat Tigo bertahan di dunia ini.
"Enggak. Kita masih bisa bertemu di manapun, dan kapanpun, tapi nggak di tempat ini. Sori buat semuanya." ucap Tigo sendu. "Gue harap lo semua ngerti, hidup gue selama ini udah jadi beban orangtua. Gue pengin jadi kebanggaan seperti Abang gue."
"Nggak pa-pa, Go. Lo nggak perlu sedih. Kita adalah sahabat lo. Kita akan dukung lo. Walaupun kita udah nggak satu server lagi." ucap salah satunya.
"Jadi, siapa yang tanggungjawab buat nikahin cewek waktu itu?" tanya Tigo.
"Dito, dia udah nikah bulan lalu. Sebelum itu dia ke sini, kangen sama lo." sahutnya.
"Kapan-kapan gue ajak dia ketemu. Lo semua udah pada makan?" tanya Tigo.
"Belum, dari siang kita main game."
"Ikut gue, kita makan di luar. Sekalian jalan-jalan."
Mereka semua bermotoran meninggalkan markas menuju tempat makan. Bukan hal baru lagi, Tigo adalah cowok royal, walaupun ia pernah kesusahan lantaran tidak mendapat uang dari orangtuanya. Tigo berusaha mencari sendiri, dan membeli makanan untuk bersama. Kepeduliannya cukup tinggi. Sama seperti Catur.
***
"Dasar anak sialan! Buat malu orangtua aja kamu ya." bentak seorang wanita pada anak gadisnya. "Pergi dari rumah! Jangan pernah kembali lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA, CATURKU [ON GOING]
Teen Fiction[CERITA INI MENGANDUNG UNSUR SEX EDUCATION] #2 - fiksiremaja [6/9/2021] #1 - catur [15/9/2021] #1- sexeducation [15/9/2021] #1 - bullying [20/11/2021] #2 - comeonrbc [15/9/2021] #3 - comeonrbc [16/9/2021] #1 - comeonrbc [18/9/2021] #7 - masasma [15...
![DIA, CATURKU [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/247654556-64-k443393.jpg)