Kemarin-kemarin bilang cerita ini gak akan banyak chapternya, tapi kok diem-diem udah banyak ya haha.
Happy reading!
I mean, share cerita ini ke temen-temen kalian ya❤
***
"Emang hujan, Nay? Kok bisa basah kuyup sih? Ini kenapa?" wanita berpakaian rapih itu tampak khawatir melihat keadaan anak gadisnya. Felisa menyentuh kening Kanaya yang terluka.
"Awh, sakit, ma. Ini tadi Naya jatuh. Kan di sana hujan tuh, Naya lari-lari nyari taxi, eh jatuh." alibinya sembari tersenyum menampilkan deretan gigi.
"Naya ... Naya, ceroboh banget sih. Terus gimana? Ketemu Catur kan?" Kanaya mengangguk lantas menghindari tatapan mamanya.
"Mandi gih, mama mau ke arisan. Tadi ada tugas dari Mis Jesica. Dikerjain dulu ya, mama juga udah siapin buah buat Naya. Jangan lupa minum susu yang udah mama bikinin, kalo bisa habis mandi kamu tidur. Jangan main hp, jangan bikin makan sendiri, minta tolong Bi Sari." cerocos mamanya.
"Ma ... Naya udah gede, mama lupa ya? Naya bisa sendiri, mama hati-hati ya." sahutnya dibarengi senyum.
"Iya Sayang."
Kanaya bergegas membersihkan diri, membalut lukanya dengan hansaplast berwarna. Ia memeriksa tugas homeschoolingnya. Kanaya merasa mampu mengerjakannya, namun tidak saat itu juga. Kanaya memilih ke taman menemui nay nay, kelinci kesayangannya.
Minum susu? Makan buah? Apalah itu tidak lagi Kanaya pentingkan. Lagipula kalau Kanaya mau ia akan melakukannya sendiri. Ia tidak ingin merepotkan oranglain lagi.
"Hai nay nay! Kalian kotor banget sih," gerutunya dengan bibir mengerucut. "Aku nggak suka liat kalian kotor, mandi yuk." Kanaya menggendong kelinci-kelinci berniat memandikannya.
"Eh tapi, emang kelinci boleh di mandiin?" monolognya.
"Tanya Bi Sari ah," Kanaya sedikit berlari menghampiri asisten rumah tangga yang sedang berkutat dengan piring-piring kotor di dapur.
Kanaya meletakkan dua ekor kelinci itu di atas meja makan. Tidak peduli dengan keadaan kelinci yang kotor.
"Bi, lagi sibuk ya?" tanya Kanaya.
"Iya neng, ada apa?" sahutnya ramah.
"Mau nanya, kelinci boleh di mandiin kan?" ucap Kanaya datar.
"Boleh sih, tapi jangan lama-lama. Kasihan kelincinya, emang kelinci neng Naya kotor?" sahutnya sembari membilas piring-piring yang penuh busa sabun.
"Iya, tuh ..." Kanaya menunjuk kelinci-kelincinya di atas meja kaca.
"Astaghfirullah neng! Ya gusti ... itu kenapa kelinci pada di meja, aduuuuh ... Bibi bisa kena semprot atuh neng." Bi Sari tergopoh-gopoh mendekati kelinci itu. Segera menurunkan dari atas meja.
"Maaf Bi," Kanaya meringis. "Naya mau mandiin nay nay dulu deh." Kanaya merengkuh kedua kelinci imut itu. Sementara Bi Sari mengusap dadanya. Ia harus membersihkan meja makan lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA, CATURKU [ON GOING]
Roman pour Adolescents[CERITA INI MENGANDUNG UNSUR SEX EDUCATION] #2 - fiksiremaja [6/9/2021] #1 - catur [15/9/2021] #1- sexeducation [15/9/2021] #1 - bullying [20/11/2021] #2 - comeonrbc [15/9/2021] #3 - comeonrbc [16/9/2021] #1 - comeonrbc [18/9/2021] #7 - masasma [15...
![DIA, CATURKU [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/247654556-64-k443393.jpg)