Thank you yang udahmampir, dankasih vote. I love all❤❤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Pritt!! Pritt!!
Lengkingan peluit memberikan aba-aba untuk murid-murid yang serempak mengenakan kaos olahraga berwarna biru muda di padu putih.
Pagi ini jadwal kelas X-IPA, yang tak lain dan tak bukan terdapat Kanaya Fradilla Nasution di sana. Ya Kanaya meskipun terlihat lugu dan bodoh, ia tetap cerdas di bidang tertentu, mata pelajaran biologi contohnya. Cita-citanya menjadi pakar biologi.
"AYO LAKUKAN PASSING BAWAH." Pak Eko-Guru olahraha SMA-79.
Kanaya bersiap diri, kini gilirannya melakukan passing bawah permainan bola volly, karena akan ada penilaian untuk rapor, Kanaya berusaha keras agar ia bisa melakukannya.
"GO KANAYA GO KANAYA!" seru Cindy.
"AYONAY LO PASTIBISA!" sahut Wenda.
Kanaya fokus menatap ke arah datangnya bola yang melambung. Jika ia bisa menerima dengan gerakan passing bawah dengan baik dan benar, maka dianggap lolos untuk nilai rapor semester ini, kalau tidak ya terpaksa mengulang.
DUGH!
Bola itu melambung tepat, namun Kanaya malah bingung dan gugup. Ia menghindari bola dan terjatuh di tepi lapangan. Sontak membuat mereka tertawa, sebagian menatap malas, sisanya merasa kasihan karena posisi terjatuhnya Kanaya lumayan ekstrim bagi para kaum perempuan.
"Nay! Lo nggak pa-pa kan? Gimana sih bukannya di terima itu bolanya dengan cara passing, lo malah menghindar." Cindy mendekat ikut jongkok mengamati raut Kanaya.
"Sakit nggak, Nay?" tanya Wenda.
Kanaya meringis memegangi sikunya yang lecet, namun ada yang lebih sakit dari itu. Yang sulit Kanaya ungkapkan dengan gamblang karena malu.
"Cindy, Wenda," ucap Kanaya menatap keduanya dengan raut masam.
"Kenyal-kenyalku sakit." ungkapnya.
Baik Cindy maupun Wenda terbengong karena kurang paham apa yang di maksud Kanaya.
"Hah? Apaan itu kenyal-kenyal?" Cindy nyengir menatap Wenda.