64. Ku Kan Menghilang

1.1K 145 82
                                        

Baca di jam berapa?

Suka kan, Dia, Caturku update siang?

Tim happy ending/sad ending?

Kira-kira mereka putus nggak ya?

Tim yang setuju mereka marahan terus?

Penumpang kapal Kanaya-Catur mana suaranya?

Baca sambil play mulmednya yaaa🖤

***

"Kanaya, ini supnya udah jadi, turun dulu. Mama tungguin." seruan itu terdengar oleh Kanaya. Ia yang sedang melamun di kamarnya gegas beranjak. Sejujurnya, ia malas makan. Tapi dari kemarin ia mendapat omelan Mamanya. Siang ini ia tidak ingin mendengar ocehan Mamanya lagi.

"Mau mama temenin nggak? Soalnya mama mau beres-beres dapur." ucapnya sembari menyiapkan makanan untuk Kanaya. Gadis itu mendekat dengan lesu. Mengenakan setelan kaus santai berwarna putih.

"Temenin," jawabnya tak bertenaga.

Wanita itu kemudian mengambilkan nasi dan sup kesukaan anaknya. Memberikannya dengan senyuman khas. "Makan yang banyak ya, dari kemarin kamu cuma makan cemilan." ujarnya.

"Iya, ma."

"Mama sama papa mau pergi, kamu ikut ya?" tanyanya.

Kanaya melahap makannya begitu pelan. Ia menatap Mamanya disertai kerutan ringan di keningnya. "Pergi ke mana? Naya mau di rumah aja."

"Mau ke tempat temannya papa, tempatnya nggak bikin jenuh, mau ya?"

Kanaya berpikir sejenak. Sejujurnya ia tidak pernah ikut pergi ke manapun kecuali ke tempat Neneknya. Gadis itu terbiasa pergi bersama Catur. Tapi, kali ini, Kanaya ingin melupakan kesedihannya. Dengan ikut Mama Papanya, mungkin sedikit mengurangi beban hati dan otaknya?

"Iya, ma. Naya makan dulu." akhirnya.

"Sip!" wanita itu mengacungkan jempolnya. "Mau tambah lagi nasinya?" Kanaya menggeleng pelan.

Felisa menatap sendu. Ia mengusap kepala Kanaya dengan perasaan khawatir yang menyelimuti. "Anak mama masih sedih nggak?"

Kontan, Kanaya menghentikan kegiatan mengunyahnya. Ia yang semula menunduk, kini menatap Mamanya. Gadis itu mengangguk.

"Anak mama nggak boleh sedih terus, senyum dong." bujuknya.

"Naya juga nggak mau sedih terus, tapi kadang-kadang nangis dengan sendirinya." akunya.

"Naya mau tahu gimana supaya nggak sedih lagi?"

"Mau." jawabnya disertai anggukan.

"Naya harus memaafkan Catur." ucapan itu membuat Kanaya reflek menunduk.

"Mama tahu, bagi kamu itu masalah yang serius. Tapi ... sebenarnya nggak terlalu serius, Nay. Bisa di selesaikan baik-baik. Hanya persoalan, Catur balas pesan temannya kan?"

DIA, CATURKU [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang