Semua tokoh dalam cerita ini milik JK Rowling
(ada tambahan tokoh dari author)
.
.
.
Hari yang baru datang kembali untuk membawa semangat baru untuk semua penghuni bumi. Di dunia sihir, pagi ini masih belum terang. Kabut yang kembali tebal, langit yang masih gelap, dan dengkuran anak anak yang masih setia menemani mimpinya.
Dingin lagi lagi menerjang sekolah sihir terbaik. Berlapis lapis selimut yang para murid pakai, mungkin belum sanggup menghilangkan rasa beku mereka. seakan akan perapian besar diruangan mereka masing masing, tidak dapat membantu.
Dan itu hanya di ruang Gryffindor dah Hufflepuff. Bagaimana dengan asrama Ravenlcaw. Mereka pasti mendapat hembusan angin yang lebih kencang dibanding asrama lainnya. Maka tak heran jika kebanyakan anak Ravenclaw berpenampilan lebih pucat dibanding anak anak yang lain. Mengingat mereka selalu ditiup angin dingin.
Tak terkecuali asrama Slytherin. Memang letaknya berada dibawah Menara Hogwarts tapi tidak menutup kemungkinan suhu disana juga lebih rendah. Karena tidak mendapat udara, maka ruangan itu pun lembab. Dan karena berada dibawah, jadi asrama Slytherin lebih dekat dengan danau hitam yang dingin. Sehingga mereka juga mendapat suhu dingin itu dari sana.
Mereka semua hanya bisa berharap pada matahari. Walau sering kali matahari di sekolah sihir itu tidak terlalu terlihat. Tapi setidaknya ada sedikit panas matahari yang bisa menghangatkan mereka. tapi mereka juga tidak mengharapkan matahari yang terlalu panas seperti hari sebelum ini.
Seperti biasanya, semua murid bisa dikatakan masih tidur. Walau sepertinya ada beberapa murid yang bangun lebih dulu. Entah memang sudah menjadi kebiasaan, atau dia mengincar sesuatu di pagi yang masih gelap.
Salah satunya Sabine. Ini memang sudah menjadi kebiasaan Sabine. Bangun pagi buta. Maka dari kebiasaan itu, ia memanfaatkan kesunyian pagi ini untuk berkeliling. Atau menghirup udara pagi yang pastinya lebih segar dan lebih sejuk dibanding saat siang nanti.
Sabine berniat untuk membangunkan Rhea dan Gail. Tapi hanya Rhea yang menggerang menjawab Sabine dalam tidurnya. Sementara Gail benar benar tidak bisa diganggu gugat. Ia masih mau menutup matanya pagi ini.
Maka Sabine memiliki kesempatan untuk membangunkan Rhea, setidaknya untuk menemaninya pagi ini. Lagi pula, jarang untuk Rhea juga merasakan udara sejuk pagi hari. Jadi tidak ada salahnya, sebagai sahabat yang baik, Sabine mengajaknya berjalan sebentar.
"Rheee bangun dongg", panggil Sabine.
"heemmm", Gerang Rhea
Sabine sudah dari tadi membersihkan diri dan siap memulai harinya. Berbeda dengan sahabat sahabatnya itu.
"Rhe bangun yukk temenin aku jalan jalan keluar gitu ayokk sayang loh udara seger banget pagi ini", bujuk Sabine lagi
"aduhhh Sabineee emang ini jam berapa sihh"
"5 lewat 11. Dingin di luar enak Rhe.-"
"yampun Sabine mending kamu tidur lagi gihh. Sarapan aja masih jam setengah Sembilan nanti Sabine"
"ighh jangan bangun cuman karena mau makan. Kamu kan belum pernah liat suasana Hogwarts pagi pagi gini pas masih gelap. Percaya sama aku suasananya enak banget Rhe..", Sabine masih membujuk sahabatnya itu untuk ikut keluar ruang asrama
"hemm ya nanti ya. Sepuluh menit lagi bangunin aku"
"kamu gak akan bangun kalo nunggu sepuluh menit lagi. Ayo lah Rheee", Sabine berucap dan mulai mengguncang kecil tubuh Rhea.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT US-
FantasySetelah perang besar dalam mengalahkan Voldemort, ternyata banyak hal hal yang tak terduga terjadi. Sesuatu yang membuat dunia sihir bertanya tanya kembali. Severus Snape, seorang yang menyedihkan, merasa kembali bangkit ketika gadis bernama Rhea ha...
