Semua tokoh dalam cerita ini milik JK Rowling
(ada tambahan tokoh dari author)
.
.
.
Setelah menyelesaikan pelajaran pertamanya, Rhea memutuskan untuk berkunjung menjenguk Sabine. Bersama Gail yang pasti jadwalnya sama dengan Rhea. Begitu juga Jeff, dan Tom yang kebetulan tidak ada pelajaran di sesi ke dua. Maka mereka memang sudah berjanji untuk menjenguk Sabine.
Untungnya, kali ini madam Pomfrey tidak melarang mereka untuk menjenguk orang sakit. Karena, katanya Sabine sudah mulai pulih dan bisa kembali saat pertengahan sesi kedua. Jadi Madam Pomfrey mempersilahkan keempat teman Sabine itu untuk menjenguk Sabine dengan syarat hanya diperbolehkan menjenguk selama 5 menit saja.
Karena tidak ada pilihan lain, dan dari pada tidak menjenguk sama sekali, maka akhirnya Rhea, Gail, Jeff, dan Tom masuk dengan membawa banyak cemilan untuk Sabine.
Sabine yang setengah sadar itu sedang di posisi duduknya sambil menyandar di bantalnya itu. Dia sebenarnya tidak terlihat seperti orang lemah, atau orang sakit. Bahkan sebenarnya, tadi pagi itu Sabine hanya pingsan beberapa menit. Bukan masalah serius yang harus dikhawatirkan. Sabine hanya kurang tidur. Tubuhnya tidak siap. Karena biasanya Sabine tidur tepat waktu. Maka semalam saat bergadang itu, tentu akan membuat tubuhnya meriang sementara.
"hai.. aku lemah ya", sapa Sabine pertama kali pada teman temannya sambil terkekeh.
"ih engga dong. Malah keren bisa pingsan. Aku aja gak pernah pingsan", jawab Rhea
"masa maunya pingsan si Rhe..", balas Tom
"ya.. pengen tau aja pingsan itu gimana rasanya"
"yampun emang anak aneh", ujar Tom
"mangkanya Professor Snape suka sama dia", lanjut Jeff
Lantas Rhea langsung sedikit tersentak mendengar itu. Tapi hanya Sabine yang melihat wajahnya sedikit terkejut. Maka Sabine juga dengan cepat memberi kode pada Jeff untuk tidak membahas hal itu sekarang didepan Rhea.
Maka Jeff langsung mengerti apa yang Sabine minta walau matanya sedikit tidak jelas saat memberi kode itu. Mata Sabine tidak dapat berbohong. Seperti masih membutuhkan tidur yang panjang. Tapi madam Pomfrey meminta Sabine untuk bangun. Karena jika ia terus menerus tidur, justru itu tidak baik untuk kesehatannya.
Selanjutnya, Sabine juga langsung memecah keheningan yang ada. Ia sama seperti Rhea, tidak suka jika ada suasana hening atau canggung. Tapi kali ini, Rhea memang sedang tidak mood untuk melakukan apapun. Ia menjenguk Sabine, karena ia yakin Sabine membutuhkan nya untuk menemani dia sebentar. Tapi jika mood Rhea dituruti, Rhea mungkin akan berbaring diranjangnya untuk menunggu sesi berikutnya.
"Hey Rhe.. bagaimana dengan gitarmu kemarin? sepertinya kau belum bercerita", ucap Sabine sambil berusaha menunjukan senyumnya.
Tapi Rhea malah merunduk dan semakin diam. Dan, alih alih Rhea membalas, tapi Gail justru yang menjawab pertanyaan Sabine
"aku dapat nilai bagus. Professor Snape juga sempat mengatakan bahwa permainanku bagus.", Gail mengangguk. "iya, kemarin ada Professor Snape. Professor Lockhart percaya bahwa Professor Snape bisa membatnunya menilai para murid. Jadi kemarin.. kami dinilai dua Professor", jelas Gail
Kini Sabine melotot mendengar penjelasan dari Gail. Dia lagi lagi mendengar nama Professor Snape didepan Rhea.
Maka Sabine kembali mengungkit topik lain. Kalau bisa, topik yang tidak berhubungan dengan Professor Snape itu. Bukan karena ia tidak senang dengan hubunngannya Rhea dan Snape. Tapi ia sudah mengetahui yang sebenarnya terjadi diantara Snape dan Rhea.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT US-
FantasiSetelah perang besar dalam mengalahkan Voldemort, ternyata banyak hal hal yang tak terduga terjadi. Sesuatu yang membuat dunia sihir bertanya tanya kembali. Severus Snape, seorang yang menyedihkan, merasa kembali bangkit ketika gadis bernama Rhea ha...
