Setelah perang besar dalam mengalahkan Voldemort, ternyata banyak hal hal yang tak terduga terjadi. Sesuatu yang membuat dunia sihir bertanya tanya kembali.
Severus Snape, seorang yang menyedihkan, merasa kembali bangkit ketika gadis bernama Rhea ha...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*3 tahun kemudian
Duduk diam sambil tersenyum pada perkamen perkamen esai yang sedang dibacanya. Ternyata membaca jawaban para murid itu sangat menghibur. Banyak jawaban jawaban unik yang tidak berhubungan dengan materi. Mungkin karena materi yang diberikan terlalu sulit bagi beberapa murid. Bahkan ada yang mengucapkan kalimat maaf di bawah esainya. Takut esainya kurang lengkap atau salah. Mungkin ini menjadi salah satu alasan mengapa Severus Snape sering memberi tugas esai pada anak muridnya. Dia bisa sedikit terhibur dengan jawaban jawaban para murid yang Snape anggap 'bodoh' itu.
lantas setelah meletakkan kembali perkamen perkamen itu, baru lah para murid masuk. Berbondong dan beramai ramai merebut kursi paling depan. Tak disangka murid murid baru ini justru mengambil bangku paling depan. Karena, baru kali ini dalam sejarah dunia sihir, anak murid menjadi antusias mengikuti pelajaran-
"Professor Claire! Aku sudah membaca buku tentang 'Alchemy' dan symbol simbolnya. Tapi aku tetap tidak mengerti. Kuharap kau tidak memberi kami esai lagi, Professor", ucap salah satu murid bernama Robert Tavish
"aku juga sudah baca tentang 'The Ouroboros', Professor. Mereka menyeramkan. Aku juga berharap kau tidak menyuruh kami mengulik lagi tentang 'Ouroboros'. Aku tidak mau membacanya saat malam hari demi esai ku", lanjut satu perempuan bernama Jocasta Tryon.
Sementara Professor ramuan mereka, Rheauren Claire, hanya bisa menyengir lebar mendengar murid muridnya yang protes karena tugas esai ramuan mereka. lucu jika diingat.. kelas Snape yang diam, kaku, bahkan para murid tidak berani berkutik. Kini menjadi kelas yang lebih ringan. Seperti yang sudah sering tertera bahwa Snape dan Rhea memiliki kepribadian yang sangat berbeda.
Selama tiga tahun Rhea mengajar menjadi Professor ramuan, yakni dia menjadi Professor termuda, Rhea mempelajari dengan cepat ramuan ramuan sederhana. Dan ilmu nya semakin meningkat dengan membaca buku buku ramuan yang ada di rak buku ruangan Severus Snape di Spinner's End. Karena rumah itu, sekarang menjadi tempat tinggal Rhea jika pulang dari sekolah sihir ini.
Sementara kelas ramuan, diajar oleh Rhea, semua murid yang tadinya sudah membicarakan betapa tidak menyenangkannya kelas ramuan, kini menunggu dengan tidak sabar agar bisa secepat mungkin masuk ke kelas ramuan. Yang mana kelas ramuan tidak lagi seperti penjara. Rhea mengubah semua pikiran buruk mereka terhadap kelas ramuan. Membuat suasana lebih cari saat mengajar agar para murid senang dengan pelajaran ini. Tapi tak jarang Rhea menceritakan tentang Severus Snape saat kelasnya berlangsung.
Mungkin itu juga menjadi alasan para murid senang dengan kelas ramuan. Kisah seorang Severus Snape yang mereka belum pernah temui itu sungguh menghibur mereka. walau terkadang mereka sebal karena Snape adalah Professor yang banyak memberi tugas, kejam, dan hal lain semacamnya. Tapi mereka juga mencintai Snape. Karena Rhea selalu menunjukkan sisi baik Snape di akhir cerita. Sehingga mereka juga terus menerus meminta kelanjutan cerita tentang Severu Snape.
"aku tidak akan memberi kalian tugas untuk beberapa minggu kedepan. Kalian harus beristirahat sebentar. Dan hari ini, kita akan bersenang senang membuat ramuan. Ramuan penghilang bisul", ucap Rhea semangat