1-eps

1.5K 115 9
                                        





Semua tokoh dalam cerita ini milik JK Rowling

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semua tokoh dalam cerita ini milik JK Rowling

.

.

.

Malam dengan bulan sabit yang memancar ini, digunakan Rhea untuk menonton serial Harry Potter secara marathon. Ini sudah yang ke-7 kali nya Rhea menonton serial Harry Potter dan dia tetap merasa takjub dan kagum dengan JK Rowling yang terus membuatnya berpikir selama menonton film itu.

Terlebih, Rheauren Claire dibuat jatuh cinta dengan tokoh Professor Ramuan, yang bisa dibilang "Potions Master". Iya, itu si Severus Snape. Mungkin tidak banyak penggemar Harry Potter yang menyukai karakter Snape.

Tapi Rhea terlalu tergila gila dengan sosok itu. Bahkan dia mengoleksi seluruh items yang bisa ia temukan, berkaitan dengan tokoh itu. Tongkatnya, jubahnya, buku advanced Potions, bahkan dia membeli wig yang serupa dengan Severus Snape. Memang penggemar yang gila.

Rhea pada malam itu juga tidak bisa memejamkan matanya. Dia terlalu antusias pada dua hari yang akan datang. Orang tuanya ditugaskan ke neraga lain selama 3 tahun lamanya. Dan untung untuk Rhea, orang tuanya ditugaskan ke negara sumber Harry Potter.

Ya, dia akan pindah ke Inggris, London. Sebuah keberuntungan yang sangat amat menyenangkan bagi seorang Potterhead.

...

Hari itupun tiba. Semua barang barang di rumah Rhea sudah di loak atau diberi orang lain yang membutuhkan. Sekarang rumahnya sudah seperti rumah yang membutuhkan penghuni baru dan barang barang baru untuk mengisinya.

Terlintas di kepala Rhea betapa menyenangkannya dia bisa tinggal di sini. Tumbuh selama 15 tahun, banyak kenangan tentunya terjadi di rumah ini.

Dan sekarang dia perlu meninggalkannya. Entah akan tinggal dimana ia jika sudah kembali dari London. Itu bukan urusannya, itu urusan kedua orang tuanya.

Walau sekilas menyedihkan, namun London.. hellowwww siapa yang bisa nolak buat pindah kesana, ucap Rhea selintas dalam hati.

Maka dari situ, keluarga kecilnya yang hanya beranggotakan tiga orang itu pergi menuju bandara, dan dengan perjalanan yang cukup Panjang dan melelahkan, mereka pun sampai. Di negara yang Rhea dambakan.

...

Sesampainya Rhea di rumah baru, London, ia memutuskan untuk beristirahat tentunya. Siapa yang tidak Lelah dengan perjalanan jauh. Hanya duduk dan menonton hal hal membosankan. Namun sebelum ia membaringkan tubuhnya di atas kasur, ibunya sudah memanggilnya.

Terkejutlah Rhea saat ibunya menunjukan...

"MOM! ASTAGA KOK BISA? KAPAN BELINYA?! KAPAN?!", teriak Rhea

"kamu duduk dulu, jangan teriak teriak gitu, sakit tau", jawab ibunya dengan senyum lebar.

"ok ok. Jadi kapan moma beli itu dan kapan kita kesana?", tanya Rhea dengan rasa penasaran

"moma udah beli sebelum kita pindah. Besok kita kesini ya. Semoga kamu senang", dengan tenang ibunya membalas

"senang?! PASTILAH. Udah ayo kita beres beres biar hari ini selesai dan bisa istirahat untuk besok", jawab Rhea yang masih membuka senyum lebar

"ya ampun umur 15 tahun kelakuan kayak gini, sana bantu dado", jawab ibunya sambal tertawa kecil.

"siap bu kepala suku", tangan nya reflek hormat saat mengucapkan kalimat itu.

     p.s moma itu mama, dado itu papa. Real life author manggilnya gitu hehe.

Lalu dengan segera, Rhea membantu ayahnya yang sedang mengangkut koper kedalam kamar, dan memasukan beberapa baju kedalam lemari.

Tidak banyak barang yang mereka bawa. Hanya dokumen dokumen penting dan baju baju. Karena rumah yang mereka tinggali sekarang sudah menyediakan semua furniture dan fasilitas yang mereka butuhkan.

Setelah berkemas yang memakan waktu cukup lama itu, Rhea memutuskan untuk segera membersihkan diri dan beristirahat. Tentunya dia memiliki mimpi indah. Tidak sabar akan hari berikutnya yang akan membuat dia tersenyum setiap detiknya..

...

Pagi hari pun tiba, sinar matahari langsung menembak mata sang gadis remaja itu. Rhea pun langsung beranjak dan langsung meneriaki kedua orang tuanya "Mom! Dad! AYO BANGUN NANTI KITA NGANTRI LOHH. AYO MANDI MANDI!"

Tak sadar dengan teriakannya yang begitu besar sambal mengetuk ngetuk pintu kamar ayah dan ibunya, ketika pintu itu terbuka, Rhea mendapati kedua orang tuanya yang sudah sangat siap untuk pergi.

"Siapa yang kau bilang belum mandi ha? Cepat kamu siap siap, nanti kita ngantri", cakap sang ayah sambil sedikit menyeringai

Lalu tanpa harus diperintahkan dua kali, Rhea langsung lari kekamarnya, membasuh diri dan memakai pakaian. Bukan pakaian sehari harinya, namun kali ini cukup rapih. Kemeja putih, dasi bergaris, ditutup dengan sweater yang terdapat logo "Hogwarts".

Ya, sudah bisa menebak bukan, keluarganya akan bermain di Harry Potter World.

...

Sesampainya mereka di sana, tentu Rhea seperti yang sudah dikatakan, tidak akan berhenti tersenyum. Walau umurnya sudah 15 tahun, Rhea akan seperti anak kecil jika sudah memandang semua hal tentang harry potter.

Ibu dan ayahnya hanya menunggu di sebuah tempat makan di dalam Harry Potter World. membiarkan Rhea mengelilingi studio yang besar itu sendiri karena merasa bahwa anaknya sudah cukup dewasa untuk berjalan sendiri.

Tanpa basa basi tentunya, Rhea langsung menuju tempat Hogwarts Express. Tidak berfoto foto, foto tidak penting baginya. Dia hanya ingin mengabadikannya dalam pikiran.

Dan tentunya dia ingin coba menyentuhnya, namun spot itu diberi garis dan tali pembatas. Sehingga dia hanya bisa melihat, tidak menyentuh. Tapi pada saat itu, spot peron itu cukup sepi sehingga tidak terlalu banyak orang berlalu lalang disana.

Dengan naluri nakal yang dimiliki Rhea, ia pun mencondongkan tubuhnya sedikit mendekati stroller palsu itu, dan dia menyentuhnya. Sekilas Nampak senyum diwajahnya, bangga dengan misi yang berhasil.

Tapi, 5 detik kemudian...

*terseret dan hilang dalam sekejap.


Hai Guys, gimana episode 1?

Iya ini masih awal awal jadi harus agak basa basi dulu untuk masuknya, masih mau lanjut baca kan? hehe semoga enjoy yaaa

Hope you would like the story :)

ABOUT US-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang