Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah UN selesai . Lea begitu bersemangat saat hendak berangkat. Bukan apa-apa hari ini Draka berniat mengantarnya ke sekolah.
Tok... Tok... Tok
"Sayang, udah ditungguin Alvaro tuh di bawah." Teriak ibunya dari arah luar kamar.
"Iya bun, sebentar." Balas Lea dari dalam kamar.
Ceklek
"Kasihan Alvaronya nunggu kelamaan." Ucap bunda saat Lea sudah keluar kamar.
"Hehe, iya bun maaf." Cicit Lea.
Lea segera turun dan melihat kearah Draka yang duduk di sofa ruang tamu.
"Lama banget Le. Lumutan aku nungguin kamu." Ucap Draka disusul kekehan.
"Ga selama itu juga kali Al , ga sampek bikin lumutan." Ucap Lea tak terima.
"Skuy berangkat, kalo telat aku ga tanggung jawab. Yang lama kamu lo ya." Ajak Draka.
Lea memutar bola matanya jengah.
"Sebelum itu terjadi ayok berangkat. Ngajak berangkat tapi situ masih duduk bae." Cibir Lea
Draka menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Menyadari betapa bodohnya dia. Draka dan Lea mulai berpamitan kepada bunda Lina. Mereka mencium punggung tangan bunda Lina.
Draka menjalankan mobilnya membelah jalanan. Jalanan sudah sangat ramai membuat Draka kesulitan melajukan mobilnya. Ia hanya bisa melajukan mobilnya dengan pelan.
"Bisa telat beneran nih Al." Gerutu Lea.
"Sabar kali Le, udah mulai macet nih. Kita lewat jalan pintas aja ya, walaupun jalannya ada yang ga rata tapi lumayanlah menghemat waktu." Tawar Draka.
"Ngikut ajalah aku. Tapi pasti jadi kamu deh yang telat. Sorry ya kamu harus nganterin aku dulu." Lea tak enak pada Draka.
"Sans ae Le." Jawab Draka dengan santainya.
Benar apa yang di katakan Draka. Melewati jalan pintas memang menghemat sedikit waktu buktinya Lea tiba disekolah tepat waktu. Lebih tepatnya masih 10 menit lagi bel masuk berbunyi.
Draka turun terlebih dahulu dan berjalan memutari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Lea.
"Thanks Al." Ucap Lea tersenyum manis
"Jangan senyum takut diabetes." Goda Draka.
"Mulutnya manis banget ya hyung." Ucap Lea sedikit terkekeh.
"Ralat, yang manis itu kamu." Timpal Draka.
"Sejak kapan kamu jadi suka gombal kaya gini Al. Jijik aku." Lea pura-pura mual.
"Bilangnya jijik tapi mulutnya senyum-senyum." Cibir Draka.
"Bodo. Sana pergi nanti kamu telat lagi." Ucap Lea.
"Kok ngusir."
"Hehe ga gitu Al. Takutnya kamu telat. Ini udah siang 10 menit lagi masuk." Lea terkikik geli saat menyadari dirinya seperti sedang mengusir Draka.
"Iya-iya sana kamu masuk dulu."
"Ya udah, bye Al."
Lea berjalan meninggalkan Draka yang masih di depan gerbang. Saat Draka hendak berjalan untuk memasuki mobil dari arah belakang tampak Elang dan yang lainnya datang. Elang dan yang lainnya memberhentikan motor mereka di depan Draka.
"Woihh liat siapa pagi-pagi yang udah di Aditama." Ucap Kevin
"Gue mau cabut." Ucap Draka sedang tak ingin berdebat.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta (END)
Ficção Adolescente𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙜𝙪𝙮𝙨 ! Dia ALLEA KANIA FAJIRA seorang gadis barbar , periang , pemberani dan supel. Yang sehari-hari dipanggil Ale. Berubah seketika saat sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi menimpanya. Ia mem...
