27.

3.5K 196 1
                                        

Elang kini telah menginjakan kaki dirumahnya. Ia segera mencari keberadaan kedua orang tuanya.

"Assalamualaikum ma,pa ."

"Waalaikumusalam."

"Pa. El udah dapat alamat Allea."

"Allea?" Papa Elang mengerutkan keningnya.

"Ada apa El ? Tanya mamanya yang baru menghampiri Elang.

"Itu, gadis yang Elang cari pa. El udah dapet alamat Allea ma."

"Ayo kalau gitu kita kesana sekarang." Ucap Mama Elang dengan semangatnya.

"Ya enggak sekarang juga ma. Anaknya baru aja pulang sekolah. Nanti abis isya kita kesana." Tegur papa Elang. Sementara Elang hanya menggelengkan kepalanya.

"Maaf-maaf, mama terlalu semangat ketemu calon mantu." Celetuk mamanya.

Memang, selain Elang yang paling semangat adalah mamanya.

.

.

.

Setelah acara makan siang Lea memberanikan diri untuk berbicara kepada orang tuanya.

"Yah, bun Ale mau bicara penting."

Kini perhatian kedua orang tuanya beralih kepada putri semata wayangnya.

"Ada apa Le?" Tanya bunda Lina.

"Nanti Insyaallah teman Lea ada yang mau kesini yah."

"Siapa?"

"Kakak kelas Lea yah. Laki-laki."

"Laki-laki ? Emang ada apa Le ?"

"Ale ga bisa jelasin sekarang yah. Biar dia yang jelasin."

"Ada apa sih sayang?"

"Nanti aja bun. Ale cuman mau kasih tau itu aja. Ale keatas dulu yah, bun." Pamit Lea.

Lea berjalan meninggalkan kedua orang tuanya yang sedang kebingungan. mereka sebenarnya ingin tahu apa maksud perkataan anaknya tadi tapi mereka pada akhirnya memilih untuk diam saja tanpa ada niat melanjutkan pertanyaan mereka, walaupun sejujurnya masih banyak pertanyaan dalam hati mereka.

"Sebenarnya ada apa yah ?"

"Ayah juga ga tahu bun, mungkin ini berhubungan sama perubahan sikap Ale akhir-akhir ini. Kita tunggu aja bun penjelasannya. Kita harus siap-siap menyambut teman Lea."

.

.

.

Sekarang tepat pukul 19.00. Elang dan keluarganya bersiap-siap untuk menuju rumah Lea.

"Udah siap El?" Tanya mamanya,

"Udah ma." Elang menghembuskan nafas kasar.

"Kenapa hmm?" Tanya Papa Elang.

"El gugup pa. Nanti kalo ayahnya Allea ga mau terima Elang gimana pa ?"

"Kita coba aja dulu. Kita kesana dengan niat baik. Ga ada satu orangpun ayah yang akan baik-baik saja saat masa depan putrinya hancur El. Tapi kamu harus gentle bagaimanapun akibatnya nanti."

"Iya pa."

"Ayo kita berangkat." Ajak papanya.

Mamanya dan Elang hanya mengangguk mengikuti intruksi papanya. Sungguh jantung Elang sama sekali tak bisa diajak kerjasama. Menurut Elang lebih baik ia baku hantam daripada ketemu ayah Lea.

ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta  (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang