Sorry baru bisa update soalnya lagi sibuk bat. Jadi jarang update. Thx yang udah vote cerita aku. Happy reading.
.
.
.
.
Elang begitu panik saat tak menemukan istrinya di rumah orang tuanya. Ia akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya sendiri. Ia berharap istrinya telah pulang kerumah.
Elang tersenyum saat melihat mobil Lea terparkir rapi di garasi rumahnya. Namun ketika ia masuk kerumahnya ia dikejutkan dengan tangisan bi Suti. Bi Suti yang melihat Elang datang segera menghampiri Elang dengan tergopoh-gopoh.
"Mas Elang hiks mbak Ale hiks..."
"Ale kenapa ? Mana Ale ? Al ? El ?" Tanya Elang bertubi-tubi.
"Pergi mas Elang. Hiks. Mbak Ale sama nak Al, El pergi." Jawab Bi Suti menangis.
"Ga mungkin." Elang segera ke atas menuju kamarnya.
"Ga mungkin kan kamu sama anak-anak pergi ninggalin aku ?" Gumam Elang seraya berlari panik.
Ceklek.
Tak ada seorangpun yang ia temukan di kamarnya.
"Sayang."
"Aleno."
"Elena." Tak ada satupun sahutan.
"Kalian pasti bercanda kan. Daddy akan cari kalian. Jangan sembunyi. Kalian dimana ?" Ucap Elang terkekeh tapi air matanya dengan lancang membasahi pipinya. Elang mencari ke seluruh rumah dan kembali ke kamarnya lagi.
Tubuhnya meluruh ke lantai saat tak menemukan istri dan anaknya. Ia mengacak-acak rambutnya frustasi. Istri dan anaknya benar-benar pergi meninggalkannya, sendirian.
Flashback on
Ceklek.
"Permisi pak Elang. Ada berkas yang harus bapak tanda tangani." Ucap Sheila berjalan ke arah sofa diruangan Elang. Elang pun segera menghampiri Sheila. Ia hanya ingin segera menandatangani berkas tersebut agar Sheila cepat pergi dari ruangannya. Elang selalu tak nyaman saat ada Sheila dalam ruangannya. Tapi ketika hendak duduk tubuh Sheila limbung mungkin akibat hak sepatunya yang terlalu tinggi.
"Pak Elang." Pekik Sheila.
Tanpa Elang duga, Sheila meraih jas Elang, karena Elang tak siap ia pun ikut terjatuh di sofa dengan posisi tubuh Elang diatas tubuh Sheila. Entah bagaimana bisa Sheila memeluk pinggang Elang yang mengakibatkan tubuhnya menempel sempurna pada Sheila. Ia akan bangun sebelum ada suara pintu dibuka dan barang yang terjatuh.
Ceklek.
PRANG !
Elang menegang dengan keringat dingin yang mulai membasahi wajah tampannya, ia melihat istrinya di depan pintu dengan tatapan terkejut dan mata yang sudah mulai mengembun.
Flasback off
"Ini cuman salah paham sayang. Kenapa kalian harus pergi ? Jangan siksa aku seperti ini. Kamu tahu bahwa kalian adalah nyawaku jadi jika kalian pergi apakah aku masih bisa hidup ?." Gumam Elang.
Elang mulai menghancurkan apa yang ada di kamarnya. Ia juga meraung sekuat tenaganya. Kamar yang semula rapi kini bak kapal pecah. Barang-barang yang ada di kamar sudah berhamburan dimana-mana.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta (END)
Roman pour Adolescents𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙜𝙪𝙮𝙨 ! Dia ALLEA KANIA FAJIRA seorang gadis barbar , periang , pemberani dan supel. Yang sehari-hari dipanggil Ale. Berubah seketika saat sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi menimpanya. Ia mem...
