Kemarin Elang dan Lea pulang dari markas Ambaraka tepat sebelum adzan mahgrib berkumandang.
Kini saatnya Lea untuk kembali bersekolah tapi sendari tadi Lea hanya bolak balik kamar dan kamar mandi. Ia sungguh sangat mual , tapi yang ia muntahkan hanya cairan bening. Lea sudah lemas bolak balik kamar mandi membuat Elang panik.
"Kita kedokter. Ga ada penolakan." Ucap Elang tegas. Lea hanya pasrah menolakpun ia sudah tak punya tenaga lebih baik ia menurut saja apa yang dikatakan Elang.
Elang segera mengambil mobilnya dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi. Ia harus segera sampai ke rumahsakit sebelum terjadi apa-apa pada istrinya.
"Kakak pelan-pelan." Ucap Lea takut.
"Tinggal sebentar lagi, kakak cuman takut kamu kenapa-napa." Ucap Elang tak menghiraukan perkataan Lea.
Elang memasuki rumah sakit dan menuju ke ruang dokter pribadinya. Sebelumnya Elang sudah menelepon dokter Tirta.
Tok... Tok... Tok...
"Silahkan masuk." Terdengar suara dari dalam ruangan. Tanpa menunggu lama Elang membuka pintu tersebut.
Ceklek.
"Oh El , silahkan duduk, jadi apa masalahnya ?" Tanya dokter Tirta.
"Istri saya dari tadi pagi muntah terus dok , tapi hanya cairan bening yang keluar. Saya khawatir dia kenapa-napa." Jelas Elang tapi dokter tirta malah terkekeh melihat pasangan muda di depannya.
"Sudah di cek testpack ?" Tanya dokter Tirta. Lea hanya menggeleng.
"Tunggu sebentar." Ucap dokter Tirta lalu menjauh dan tampak menghubungi seseorang . Beberapa menit kemudian ia kembali.
"Kalian pergi ke ruang dokter Indah di lantai 2 bilang kalian dari ruangan saya. Pasti dokter Indah sudah paham apa yang kalian mau , saya sudah bicarakan ke dokter Indah apa masalahnya." Kata dokter Tirta.
"Iya dok kalau gitu saya permisi dulu. Terimakasih ." Pamit Elang lalu pergi menuju ke ruangan yang di sebutkan dokter Tirta.
"Kamu masih kuat atau mau kakak gendong ?" Tanya Elang.
"Ale masih kuat kok kak." Jawab Lea. Lalu mereka menuju ke lift untuk menuju ke lantai 2. Sesampainya dilantai dua ia langsung mencari dimana letak ruangan dokter Indah dan ternyata letaknya tak jauh dari lift berada. Kini mereka tepat berada di depan pintu ruang dokter Indah. Elang mengetuk pintu dokter indah. Tak berapa lama sudah ada jawaban dari dalam.
"Ada yang bisa saya bantu?" Ucap dokter Indah ramah.
"Saya yang dari ruangan dokter Tirta Dok." Jawab Elang.
"Oh kalian yang dibicarakan dokter Tirta. Ternyata masih muda ya." Ucap Dokter Indah membuat Elang dan Lea tersenyum miris. Melihat perubahan raut wajah pasiennya dokter Indah segera mengalihkan pembicaraannya.
"Kalau gitu mari saya cek. Silahkan berbaring." Ucap dokter Indah. Tak ingin membuat dokter Indah menunggu Lea segera menuju ke brankar bersama Elang disisinya.
Dokter Indah seketika tersenyum ketika melihat dua bulatan di layar monitor. Sementara Elang dan Lea sama sekali tak paham apa arti senyuman dokter Indah.
"Ada apa dok ?" Tanya Elang sangat penasaran.
"Kalian bisa lihat 2 titik ini?" Tanya dokter Indah menunjuk 2 bulatan dimonitornya. Lea dan Elang mengangguk.
"Ini calon buah hati kalian. Jadi selamat buat Ny.Allea karena kandungannya memasuki 4 minggu." Elang menganga tak percaya. Apa dia tak salah dengar , istrinya hamil ? Sementara Lea tersenyum bahagia mengusap perutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta (END)
Novela Juvenil𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙜𝙪𝙮𝙨 ! Dia ALLEA KANIA FAJIRA seorang gadis barbar , periang , pemberani dan supel. Yang sehari-hari dipanggil Ale. Berubah seketika saat sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi menimpanya. Ia mem...
