"Assalamualaikum Le." sapa Zahra.
"Waalaikumusalam. Eh Zah." balas Lea.
"Kenapa disini , kenapa kamu ga masuk kelas?" tanya Zahra lembut.
"Aku lagi pengen disini Zah. Kenapa kamu bisa diluar? Terus ngapain kesini?" tanya Lea. Ya Lea akan mengunakan Aku-kamu saat bersama Zahra dan orang yang lebih tua.
Lea selalu merasa bahwa Zahra berbeda. Zahra sangat lembut kepadanya jadi ia juga akan memperlakukan Zahra dengan lembut juga berbeda dengan saat dia berhadapan dengan orang lain.
"Aku tadi habis dari toilet terus aku lihat kamu belok kearah taman belakang jadi aku ikutin kamu sampai sini." jelas Zahra. Lea hanya mengangguk mengerti.
"Kamu ga masuk lagi Zah?" tanya Lea
"5 menit lagi bel Le. Jadi ya aku mau masuk atau tidak, sama aja sampai di kelas juga pasti jam KBM udah selesai." Jawab Zahra.
"Ayo ke kelas bareng Le." Tawar Zahra. Lea mengangguk mengiyakan
Mereka berjalan beriringan menuju kelas. Benar saja sampai dikelas gurunya sudah tidak ada.
"Enak banget yang bolos." Sindir Cerry.
Lea menghela nafas. Ia sedang tak ingin berdebat dengan siapapun. Lea terus melangkah ke bangkunya.
"Le darimana lo sampai bolos KBM." tanya Abel.
"Kantin, tadi di seret paksa sama bang Ke ?" Jelas Lea. Abel tampak bingung.
"Bang Ke ?" Tanya Abel
"Bang Kevin. Kelas 12 IPS 3." Jelas Lea
"Wah gila-gila. Kok lo bisa berdua-duaan sama kak Kevin." Tanya Abel antusias dengan cerita Lea.
"Ga berdua doang sama. Bang Sat , sama kak Yosi sama Kak Elang juga."
"Wah mantul anjim. Gimana ceritanya?" Tanya Abel heboh.
Pasalnya mereka berempat adalah sosok idola di SMA ADITAMA. Disekolahnya itu. Apalagi Elang selaku anak pemilik sekolah.
"Pantesan ga masuk kelas. Lagi keganjenan sama kakel." Sarkas Cerry
"Nyaut aja lo medusa." Cibir Abel. Abel adalah hater sejati dari Cerry. Bukan karena dia membela Lea tapi memang sendari dulu ia sangat tidak menyukai perempuan berbedak tebal itu.
"Apa lo?" Kesal Cerry pada Abel. "Jangan sok cantik deh lo sok deketin most wanted sekolah." Kata Cerry tajam yang ditujukan pada Lea.
"Lah emang cantik." Itu suara Abel bukan Lea. "Cantikan Lea kemana-mana daripada lo. Lo liat tu bedak lo yang 5 cm. Terus bibir lo yang kek abis makan ayam mentah. Baek-baek lo jangan deket-deket air takut luntur." Cibir Abel keras membuat satu kelas mendengarnya.
Setelah mendengar cibiran Abel kepada Cerry , murid yang ada di kelas meledakkan tawanya. Cerry yang merasa malu menghentakkan kakinya keluar kelas.
Lea terkekeh melihat itu. Ingatkan Lea untuk memberi 2 jempol kepada teman sebangkunya itu.
"Lanjutin Le, gimana ceritanya." Kata Abel.
Lea menceritakan ketika mereka dihukum bersama sampai kevin membawanya kekantin sebagai hukuman.
"Gila-gila tau gitu gue tadi gapapa dihukum bareng lo Le." Celetuk Abel setelah mendengar cerita Lea
"Yee ... Itu mau lo." Timpal Lea . "gue aja ga pernah berharap kalo gue kenal sama mereka." Kata Lea .
"Kenapa?" Tanya Abel mengernyit bingung. Ketika yang lain ingin dekat dengan Elang dkk tidak bisa , Lea yang memiliki kesempatan malah tidak mau.
"Gue rasa gue bakal kena masalah kalo deket mereka Bel. Bukan apa-apa lo liat berapa banyak fans mereka. Belum lagi geng AMBARAKA, itu musuhnya bisa ngincer siapa aja. Siapa tahu musuhnya ngira gue ada hubungan sama AMBARAKA. Kan ga ucul Bel." Jelas Lea
"Iya juga sih. Ngeri kalo udah geng-gengan gitu." Abel manggut-manggut setuju.
"Maka dari itu, mending hindari masalah daripada nambah masalah." Kata Lea.
"Sepakat sih kalo yang itu." Abel setuju.
Tanpa Lea sadari apa yang di takutkan akan menjadi kenyataaan. Takdir sudah menuliskan kisahnya.
Hanya Lea sendiri yang bisa menjalankan kearah mana ia mau setelah takdir itu terjadi.
"Eh btw, ga nyangka seminggu lagi ujian kenaikan kelas. Kelas 12 dong." Kata Abel dengan semangat.
"Iya , 2 minggu lagi udah pindah kelas aja." Jawab Lea.
"Bakal jadi kakak kelas. Ga bakal ada yang berani sama kita-kita." Kata Abel.
"Aelah , lo pikir kelas 12 semudah itu, kelas 12 ga tentang itu doang kali Bel. Lo harus kerja ekstra keras buat persiapin masuk ke universitas impian lo." Jelas Lea.
"Eh bener juga ya. Gue ga mikir sampai kesitu." Kata Abel. "Terus lo mau kemana rencananya kalo udah lulus Le ?" Tanya Abel.
"Gue pengen ke Paris Bel. Cita-cita gue jadi fashion designer." Jawab Lea
"Wah, semoga lo bisa keterima di universitas favorite lo Le." Kata Abel menyemangati Lea.
"Thanks ya Bel."
"Kalo lo rencana mau kemana Bel?" Tanya Lea.
"Jujur gue belum tahu Le."
"Cari yang sesuai minat lo Bel biar lo semangat kuliahnya ga merasa tertekan ." Nasehat Lea.
"Pasti Le. Gue juga ga mau kalo ga sesuai passion gue."
Lea mengangguk-angguk. Lea menangkap sosok Zahra yang masih bergelut dengan bukunya. Padahal sekarang sedang istirahat.
Ia melangkahkan kakinya menuju bangku Zahra.
"Zah." Panggil Lea saat hendak duduk disamping Zahra.
"Le. Ada apa ?" Tanya Zahra lembut.
"Ga kok. Kenapa ga ke kantin ? Kamu lagi ngapain?" Tanya Lea.
"Aku lagi belajar, aku lagi persiapin diri buat bisa dapet beasiswa waktu nanti kuliah. Dan kenapa aku ga kekantin aku lagi puasa Le. Alhamdulillah aku selalu puasa senin dan kamis." Jawab Zahra. Dan sekarang adalah hari kamis jadi Zahra sedang menjalankan puasa sunahnya.
'Ya Tuhan, begitu jauh jarak antara aku dan Zahra. Jangankan puasa sunah, sholat saja masih bunda yang ngingetin.' Batin Lea miris.
"Sorry Zah aku ga tau kalo kamu puasa. Kamu emangnya mau kuliah dimana Zah ?" Tanya Lea.
"Gapapa Le kan kamu ga tahu. Aku rencananya kalo Allah kasih kesempatan. Insyaallah aku mau kuliah ke Kairo." Jawab Zahra dengan mata yang menyiratkan keinginan yang teguh. "Makanya aku belajar dari sekarang Le. Aku pingin dapetin beasiswa jadi tidak begitu membebani abi dan umi." Jelas Zahra lagi.
'Ya Tuhan apalagi ini. Sebegitu baiknya Zahra. Sampai tidak mau membebani orang tuanya. Sedangkan aku kadang merasa kurang dengan apa yang di berikan oleh bunda dan ayah. Padahal kenyataannya itu lebih dari cukup untuk orang lain.' Batin Lea.
Lea sangat tersentil dengan ucapan Zahra. Bagaikan langit dan bumi. Itulah yang dipikirkan Lea.
.
.
.
.
Tbc.
Tunggu kelanjutannya.
Vomentnya jangan lupa.
Tq.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta (END)
Jugendliteratur𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙜𝙪𝙮𝙨 ! Dia ALLEA KANIA FAJIRA seorang gadis barbar , periang , pemberani dan supel. Yang sehari-hari dipanggil Ale. Berubah seketika saat sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi menimpanya. Ia mem...
