"Gue udah hubungin Figo. Dia udah dalam perjalanan pulang." Ucap Kevin.
"Sekarang kita kerumah El. Gue khawatir sama dia." Ajak Yosi.
"Allea gimana ?" Tanya Satria.
"Allea sampai Bali dengan aman. Sekarang yang terpenting adalah cari buktinya dulu. Gue ga percaya El akan ngelakuin hal kaya gitu." Ucap Kevin
"Ya."
Tanpa banyak bicara mereka menuju ke rumah Elang.
Ketika mereka sampai di rumah Elang lantai bawah terasa sangat sunyi sangat berbeda saat ada Al dan El dirumah.
"Gila ! Ini rumah atau apa , kaya ga ada kehidupan." Celetuk Satria.
"Bacot." Yosi hanya melirik dengan malas Satria.
"Eh ,ada mas Kevin, mas Satria sama mas Yosi." Ucap bi Suti saat mendapati ketiga sahabat Elang sudah berdiri depan tangga.
"El di atas bi ?" Tanya Kevin.
"Iya mas. Dari kemarin mas Elang ga keluar dari kamar sama sekali mas. Bibi ketuk-ketuk pintunya juga ga mau buka mas. Bibi khawatir sama mas Elang." Jelas bibi Suti.
"Ya udah kita pamit ke atas dulu ya bi." Pamit Kevin.
"Silahkan mas."
Mereka bertiga berjalan menaiki tangga satu persatu. Saat di depan pintu kamar Elang ketiganya saling melirik. Tanpa mengetuk pintu mereka langsung masuk ke dalam kamar Elang.
Ketiganya tercengang melihat keadaan kamar Elang. Sekarang tampaknya ruangan tersebut tidak lagi bisa di sebut dengan kamar . Bahkan gudang jauh lebih rapi daripada kamar Elang saat ini.
Ketiganya menghela nafas. Mereka juga tahu bagaimana perasaan Elang kepada istri dan kedua anaknya.
Semua barang hancur berantakan , bantal dan gulingpun sudah jatuh jauh dari tempatnya. Hanya ada foto keluarga Elang yang masih berdiri tegak di atas nakas. Mata ketiganya mengarah ke sosok laki-laki yang saat ini menjelma bak mayat hidup. Ia terduduk dilantai dengan mata menatap kedepan.
Mata yang biasanya menatap dengan dingin dan tajam kini berubah menjadi tatapan kosong nan sendu. Bawah matanya tampak menghitam, diyakini bahwa Elang tidak tidur karena kejadian ini. Ketika mata ketiganya jatuh ke tangan Elang yang terus mengepal mereka mendapati bahwa tangannya terluka dengan darah yang mulai mengering. Jangan lupakan tembok yang terkena darah Elang. Entahlah berapa kali Elang menonjok tembok sampai akhirnya mendapati luka seperti itu.
"El, lo apa-apaan sih. Ngapain lo kaya gini ?" Ucap Satria pertama kali.
Elang sama sekali tak menjawab.
"Lo jangan diam aja bego." Kesal Satria.
"Sat." Tegur Yosi.
"El, lo ga boleh kaya gini." Ucap Yosi sambil meletakkan bantal dan guling ke tempatnya.
Elang tetap tak mau mengucapkan sepatah katapun. Tatapannya masih kedepan. Seakan dunianya yelah runtuh.
"Ck. Lo pikir dengan lo kaya gini Allea bakal balik ke lo. Kalau gue jadi Allea gue ga akan pernah balik ke lo lagi. Buat apa punya suami kaya Lo . Lo aja kaya gini, yang lo kerjain hal-hal ga guna." Cibir Kevin. Ia dengan sengaja memprovokasi Elang.
Mendengar apa yang diucapkan Kevin tubuh Elang seketika menegang. Apakah benar Alenya tak mau kembali kepadanya jika ia seperti ini? Tidak !.
"Omong kosong. Ale dan anak-anak bakal balik." Ucap Elang menatap tajam Kevin. Kevin yang di tatap menelan ludahnya susah payah. Tapi ia tidak boleh takut di depan Elang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta (END)
Teen Fiction𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙜𝙪𝙮𝙨 ! Dia ALLEA KANIA FAJIRA seorang gadis barbar , periang , pemberani dan supel. Yang sehari-hari dipanggil Ale. Berubah seketika saat sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi menimpanya. Ia mem...
