58.

2.3K 113 0
                                        

Setelah kejadian penangkapan pengirim kotak, kini tak ada lagi teror yang ditujukan kepada Lea. Mungkin Glova mengira rencananya memang berhasil dan sudah dirasa cukup untuk memainkan emosi Lea.

Tepat hari ini adalah hari dimana Abel dan Zahra akan di wisuda . Oleh sebab itu kini Lea dan Elang bersiap untuk datang dan memberi selamat kepada keduanya.

"Daddy cepetan acaranya keburu selesai. Nanti kalo mereka udah pulang gimana." Ucap Lea yang melihat suaminya masih santai dengan aktifitasnya.

"Iya sayang, ini udah kok." Jawab Elang setelah mendengar ucapan istrinya. Ia segera berjalan dan mengendong Al. Elang menciumi pipi gembul Al dan El.

"Yuk." Ucap Elang dibalas anggukan oleh Lea.

* * *

"Tuh kan udah selesai. Kakak sih lama." Ucap Lea

"Tapikan mereka belum pulang sayang." Ucap Elang.

"Ya udah ayo kesana kak." Ucap Lea saat melihat Abel dan Zahra sedang berfoto. Lea dan Elang mulai berjalan mendekat ke arah Abel dan Zahra berada.

"Abel , Zahra. Assalamualaikum." Lea mengucapkan salam ketika sudah berada di dekat kedua sahabatnya.

"Allea. Waalaikumusalam." Pekik mereka berdua.

"Baby El." Panggil Zahra lalu membawa Elena dalam gendongannya.

"Baby Al ." Panggil Abel.

"Mau gendong juga?" Tanya Elang. Abel tersenyum kikuk. Melihat gelagat Abel, Elang memberikan Aleno pada Lea. Benar saja Abel langsung membawa Aleno ke dekapannya lalu menciumi pipi Al yang gembul.

"Foto dulu yuk." Ajak Lea.

"Ayo." Kedua sahabatnya bersemangat.

"Daddy, tolong fotoin." Ucap Lea manja sambil menyerahkan ponselnya.

"Giliran minta tolong panggilnya daddy-daddy, giliran setiap hari di suruh panggil daddy ga mau." Gerutu Elang tapi tangannya tetap menerima ponsel dari istrinya. Lea terkekeh pelan mendengar gerutuan suaminya.

"Udah iya, nanti di panggil daddy lagi." Elang hanya mampu menghembuskan nafas pasrah, tak ada pilihan lain kecuali menuruti apa kemauan istrinya itu.

Sudah banyak foto yang Elang ambil tapi istrinya masih merasa belum cukup.

"Satu lagi ya." Lea mengeluarkan jurus puppy eyesnya, bagaimana Elang akan menolak jika istrinya seperti itu. Elang sekali lagi menghela nafas pasrah.

"Ya, satu lagi ga lebih." Putus Elang. Lea mengangguk setuju. Setelah mengambil satu foto lagi Elang segera mengembalikan ponsel Lea sebelum siempunya ponsel berubah pikiran.

"Makasih ya daddy." Ucap Lea tapi hanya di balas deheman oleh Elang.

"Assalamualaikum." Semua menoleh ke sumber suara.

"Waalaikumsalam. Kak Kev, kak Satria sama kak Yosi kok baru datang ?" Tanya Lea.

"Maaf tadi macet Le." Jawab Kevin. Lalu Kevin berjalan ke depan Abel. "Selamat." Ucap Kevin sambil menyerahkan buket bunga yang ia pegang kepada Abel.

"Terimakasih kak." Ucap Abel malu-malu.

"Ekhmm. Banyak orang kali Kev." Sindir Satria, sedangkan Kevin hanya tersenyum kecil.

"Kita foto dulu baru ke taman ." Elang memberi instruksi.

"Ke taman mau ngapain kak ?" Tanya Abel penasaran.

"Nanti juga tahu." Jawab Elang santai membuat Abel semakin penasaran.

"Mas-mas tolong fotoin sebentar." Ucap Elang meminta tolong kepada seseorang yang lewat di depannya. Setelah mendapat persetujuan Elang memberikan ponselnya kepada orang tersebut.

ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta  (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang