22

3.5K 169 1
                                        

"Kamu ada masalah apa sama Elang?" Tanya Draka pada Lea.

"Gapapa ga penting."

Lea tak mungkin menceritakan semua pada Draka kan. Lea takut jika Draka tahu Draka bakal menjauhinya.

"Jadi kamu tadi ga sekolah karena hindarin Elang?"

Lea mengangguk mengiyakan.

"Sorry ya kamu jadi terpaksa ikut aku bolos."

Apa kata Lea tadi ? terpaksa ? Jika saja Lea tahu bahwa Draka dengan senang hati menemani Ia bolos pasti akan membolakan matanya. Tidak ada kata terpaksa dalam kamus bolos Draka. Ia akan melakukannya dengan senang hati.

Apalagi seperti saat tadi. Ia bolos bersama Lea. Mau ia menemani Lea bolos satu bulanpun itu tak akan menjadi masalah baginya .

"Gapapa Le. Sekarang kita pulang ya . Udah jam pulang ini." Ucap Draka.

"Iya. Yuk pulang."

"Iya ayuk." Draka mengacak-acak rambut Lea .

"Allll.... Berantakan." Rengek Lea.

"Gapapa mau rambut kamu berantakan juga tetep cantik."

"Gilaaa.... Kebanyakan makan madu nih . Mulutnya jadi manis bat."

"Biarin. Yuk jalan."

Draka segera menjalankan mobilnya untuk mengantarkan Lea pulang.
Beberapa saat kemudian  mereka telah sampai di rumah Lea.

"Thanks ya Al. Thank for today."

"You are welcome . Sana masuk." Perintah Draka.

"Iya. Kamu ga mampir dulu Al?"

"Ga le. Aku mau ngumpul sama temen-temen aku dulu." Jawa Draka.

"Hati-hati ya Al."  Draka hanya menunjukkan kedua jempolnya. Lea melambaikan tangannya dan berjalan menuju ke dalam rumah.

Draka segera melajukan mobilnya . Menuju ke markasnya.

"Hai bro , baru datang lo. Kemana aja , bolos ga ngajak-ngajak. Ga Setia kawan lo." Cibir Vino

"Tadi gue bolos sama Ale. Kalo kalian gue ajakin yang ada lo semua ganggu gue."

"Aelah, pantesan diem-diem."

"Btw gue tadi ketemu Elang." Cerita Draka.

"Dimana?"

"Taman yang deket Mall Star."

"Ngapain dia kesana ?"

"Tadi nyariin Ale. Tapi Alenya males ladenin dia. Haha...dia pikir dia siapa?"  Draka terkekeh tapi kekehan yang mengejek.

"Ada masalah apa antara Ale sama Elang?".

" Gue ga tahu. Tapi Ale bilang masalahnya ga penting."

"Terus rencana kita buat Elang berhasil ga ?" Tanya Vano.

"Gue rasa berhasil. Gue liat dia kek frustasi banget. Penampilannya aja berantakan." Draka terkekeh.

"Ga sabar gue liat dia menderita"

"Kita tunggu aja berita kehancurannya."

Mereka tertawa seakan mereka adalah pemenangnya. Tapi entahlah sebenarnya mereka itu menang atau kalah.

.

.

.

3 hari sudah Lea tak pernah masuk sekolah ia bolos untuk menghindari bertemu Elang. Bukan hanya menghindari Elang, Lea sudah seperti tak punya semangat hidup.

ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta  (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang