Hari-hari dilewati Elang dan Lea dengan bahagia. Walau kadang Elang terlalu possessive dan cemburuan tapi Lea masih sabar menghadapinya.
Semenjak menikah dengan Lea, Elang juga tak pernah kumpul di markasnya.
Saat ini Lea dan Elang sedang duduk di balkon apartnya.
"Besok kamu udah masuk sekolah lagi ya?" Elang membuka pembicaraan.
"Iya kak." Lea mengangguk iya.
"Besok kakak anterin." Ucap Elang.
"Kakak gimana , kakak jadi kuliah ?" Tanya Lea menatap suaminya. Elang menggeleng pelan.
"Kenapa?" Tanya Lea. "Bukannya kakak udah di terima." Imbuh Lea.
"Terus ninggalin kamu ?" Tanya Elang tapi Lea sama sekali tak menjawab.
"Kakak ga akan ninggalin kamu, lagian papa udah nyuruh kakak buat kerja di perusahaan papa sambil belajar , karena suatu saat kakak yang bakal gantiin papa pimpin perusahaan ." Lea mengangguk.
"Kakak kok ga pernah main lagi sama kakak kevin dan yang lain?" Tanya Lea santai. Tapi Elang tiba-tiba memicingkan matanya.
"Kenapa ?" Tanya Elang datar.
"Astagfirullah , Ale cuman nanya doang kak." Jelas Lea.
"Kenapa harus Kevin yang ditanyain?" Kesal Elang .
"Siapa yang nanyain kak Kevin kan tadi Ale bilang yang lain juga kak. Kakak mulai ih. Udah ah." Lea berdiri dengan sedikit kesal.
"Kemana?"
"Dapur." Jawab Lea singkat lalu berlalu begitu saja tanpa menghiraukan Elang yang masih ingin bertanya.
Sementara Lea memasak Elang masih di balkon. Ia menyalakan sebatang rokok lalu menyesapnya. Ia menatap ke arah langit sore dengan merasakan hembusan angin yang membelai wajahnya. Pikirannya kemana-mana.
'Siapa sebenarnya dalang kejadian itu ? Tapi gue berterimakasih karena dia , gue bisa menikah dengan Allea. Allea sudah menjadi kebahagian gue. Padahal dulu gue selalu merasa gue ga mau dekat dengan cewek yang menurut gue super ribet tapi seakan gue kena tulah,sekarang gue ga bisa jauh dengan yang namanya cewek dan itu istri gue.' batin Elang menghembuskan asap rokoknya.
'Gue ga tahu kapan gue mulai tergila-gila dengan Allea, entah sebelum atau sesudah gue menikah. Gue ga bisa liat dia deket cowok lain, jangankan dekat menyebut nama cowok lain di depan gue aja, gue udah ga suka. Sorry Allea kalau gue egois ataupun childiss jujur gue cuman ga mau kehilangan lo. Dan thanks udah sabar menghadapi gue.' batinnya lagi
'Musuh ?' Elang seketika memikirkan itu. Bagaimana jika musuhnya tahu tentang Alleanya. Tak peduli apa ia akan menjaganya walaupun nyawa yang harus dibayarnya. Jika Alleanya kenapa-napa itu akan jauh lebih buruk dari kematian baginya. Saat ini Allea adalah hidupnya.
"Gue akan selalu jagain lo dari musuh-musuh gue. Gue janji sayang. Gue bakal jagain lo'
" Kakak." Panggil Lea dengan senyuman yang mengembang seakan tadi tak terjadi apa-apa.
"Iya." Elang membalas senyum Lea.
"Makan dulu kak." Ucap Lea lembut dibalas anggukan oleh Elang.
"Masak apa?" Tanya Elang meraih pinggang Lea lalu berjalan beriringan ke meja makan.
"Udang asam manis sama cumi goreng tepung kak." Jawab Lea.
"Ayo kalo gitu jalannya cepetan." Ucap Elang semangat. Lea mengernyitkan dahinya dan menatap Elang. Lea tak tau saja jika kedua menu itu adalah kesukaan Elang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta (END)
Fiksi Remaja𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙜𝙪𝙮𝙨 ! Dia ALLEA KANIA FAJIRA seorang gadis barbar , periang , pemberani dan supel. Yang sehari-hari dipanggil Ale. Berubah seketika saat sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi menimpanya. Ia mem...
