Elang segera membuka pintu apartnya. Elang juga memberi tahu kode apartnya kepada sang istri. Koper yang masih setia menempel ditangan kirinya segera Elang bawa menuju kamarnya.
Walaupun telah sampai di dalam apartnya tangannya masih setia mengenggam jemari istrinya.
Sampai didepan pintu kamar Lea tiba-tiba berhenti lalu terdengar helaan nafas dari Lea, Elang yang menyadari itu menatap istrinya. Ia paham apa yang dipikirkan istrinya.
"Maaf." Ucap Elang lirih.
"Buat apa kak ?"
"Malam itu , kejadian terkutuk itu." Ucap Elang menunduk.
Lea tersenyum. Ia sudah memaafkan Elang semenjak Elang resmi menjadi suaminya. Ia telah memutuskan untuk berdamai dengan hatinya, mungkin ini adalah takdir Tuhan. Lea tak membalas ucapan Elang. Lea menangkup kedua pipi Elang untuk menatapnya . Lalu berjinjit ... Cup ! Lea mencium bibir Elang sekilas lalu masuk ke kamar terlebih dahulu meninggalkan Elang yang masih terpaku.
Elang membeku mendapat serangan mendadak dari istrinya. Sejak kapan istrinya berani kepadanya. Elang segera sadar dan mengikuti istrinya kedalam kamar.
Elang dapat melihat istrinya yang duduk di sisi kanan kasur. Lea merotasikan matanya melihat kamar tidur barunya. Lalu sedetik kemudian tersenyum. Melihat itu Elang tak bisa untuk tidak bertanya.
"Kenapa hmm ?"
"Gapapa kak, aku suka liat kamar kakak. Rapi."
Elang tersenyum. Lalu mendaratkan bokongnya di sebelah istrinya.
"Ayo makan." Elang tak bosan menyuruh Lea untuk makan.
"Ya udah sana kakak masak." Mendorong bahu Elang pelan.
"Kok jadi ngusir kakak." Lea terkekeh.
"Kan kakak harus masak dulu. Ale mau tunggu disini aja."
Elang mengangguk pasrah. Ia segera berjalan menuju ke arah dapur. Ia harus segera menyiapkan makanan untuk istrinya.
"Mau masak apa, gue ga bisa masak lagi." Gerutu Elang.
Sementara dibelakang yang tak jauh dari sana seseorang tengah terkekeh pelan mendengar gerutuannya, siapa lagi kalau bukan sang ratu apartnya kini , Allea.
Elang segera membuka kulkasnya dan melihat isinya, Elang menghembuskan nafas kasar, hanya ada sosis dan telur. Dia lupa jika sama tak ada bahan makanan. Wajar saja selama ini Elang lebih sering memesan makanan daripada memasak sendiri. Jadi nanti tolong ingatkan Elang untuk berbelanja karena kini ia udah memiliki istri dan dapat dipastikan bahwa mulai detik ini Lealah yang akan mengurus pasal makannya.
Elang membuka aplikasi youtubenya untuk mengikut langkah memasak. Yang dibelakang semakin terkekeh melihat cara memasak suaminya. Padahal hanya memasak sosis dan telur tapi kenapa seakan telah terjadi perang ketiga.
Lea perlahan duduk di meja makan untuk melihat suaminya memasak. Elang sama sekali tak menyadari bahwa kini Lea sudah duduk di kursi dibelakangnya.
"Kakak masak apa?" Tanya Lea lembut, tapi hanya berbasa-basi karena Lea sudah melihat apa yang tengah dimasak suaminya. Pertanyaan Lea membuat Elang segera menengok kearah istrinya.
"Telur sama sosis , maaf kakak lupa ga isi kulkas." Jawab Elang sambil menyengir. Sementara Lea mengangguk.
Selesai memasak, Elang segera memindahkannya ke kedua piring yang sudah dia siapkan. Elang membawanya ke tempat duduk istrinya. Lalu dia juga duduk di sebelah istrinya.
"Ini. Jujur kakak ga tau rasanya gimana. Kalau ga enak jangan dimakan, kakak ga mau perut kamu sakit." Ucap Elang sambil meletakkan piring dihadapan Lea.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta (END)
Teen Fiction𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙜𝙪𝙮𝙨 ! Dia ALLEA KANIA FAJIRA seorang gadis barbar , periang , pemberani dan supel. Yang sehari-hari dipanggil Ale. Berubah seketika saat sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi menimpanya. Ia mem...
