"Kak Elang ngantor kak ?" Tanya Lea pada Kevin.
"El lagi di kantor. Satu setengah jam lagi jam istirahat. Mau diantar kerumah dulu atau langsung ke kantor El ?" Tanya Kevin saat perjalanan menuju rumah Lea.
"Antar Ale kerumah aja kak. Ale mau masakin kak El makan siang." Ucap Lea.
"Enak banget jadi El. Makan siang dimasakin istri." Celetuk Kevin langsung mendapat lirikan dari Abel.
"Maksudnya gimana ya pak, emang bapak ga pernah di masakin sama istrinya ?" Tanya Abel seraya menatap tajam Kevin , Lea terkekeh melihat Abel kesal karena ucapan Kevin.
"Eh ga ma. Kan mama biasa masakin papa. Papa juga enak kaya El." Jawab Kevin takut-takut. Ia menyerah jika harus menjadi musuh istrinya yang ada nanti Abel tak mau memasak untuknya lagi.
Setelah acara berdebat antara suami istri tersebut selama perjalanan pulang sesekali hanya ada suara Al, El, dan Kay yang asik berceloteh.
Memasuki sebuah rumah mewah milik suaminya , bibir Lea mulai membentuk kurva. Berapa hari dia sudah meninggalkan kediamannya. Sungguh ia juga merindukan suaminya.
"Kak , ayo masuk dulu." Ajak Lea.
"Ga Le, kita langsung aja. Kay ngajak makan siang di restoran favoritnya." Jawab Kevin. Lea mengangguk paham lalu berterima kasih pada Kevin dan Abel karena telah menjemputnya. Setelah Kevin meninggalkan pekarangan rumahnya , Lea bergegas masuk ke dalam rumah, tapi saat memasuki rumah, ternyata dalam keadaan kosong tak berpenghuni.
"Assalamualaikum." Tapi tak ada jawaban sama sekali. "Bibi mana ya ?" Gumam Lea lirih. Tak ingin berpikir terlalu lama , Lea memilih untuk meletakkan barang-barangnya lalu segera memasak makan siang untuk Elang.
"Abang sama El mandi dulu nanti kita antar makan siang ke kantor daddy ya." Ucap Lea. Dengan penuh semangat keduanya segera ke kamar dan bersiap untuk mandi.
Lea melirik jam yang menempel di dinding .
"Masih 45 menit lagi." Lea bergegas untuk menganti pakaiannya. Lalu menuju ke kamar Al dan El.
"Sayang . Ayo. Nanti keburu daddy makan siang di luar." Ucap Lea membuka sedikit pintu kamar Al dan El.
"Ya mom." Keduanya segera berjalan menuju mommynya . "Ayo mom." Ajak Elena dengan penuh semangat.
Lea menyunggingkan senyum manisnya saat melihat semangat putri kecilnya. Tapi saat mengalihkan pandangannya untuk melihat putra kecilnya, seketika senyumnya membeku. Sungguh, titisan bongkahan es. Tak mau berlama-lama , setelah mengambil kotak makan untuk makan bersama, Lea dan kedua buah hatinya menuju ke kantor Elang.
Tepat saat sampai di depan kantor Lea. Lea melihat pak Tono yang melihatnya dengan terkejut.
"Assalamualaikum pak Tono."
"Assalamualaikum pak." ucap Al dan El serempak.
"Waalaikumusalam bu Allea, nak Al dan El." jawab pak Tono pulih dari keterkejutannya.
"Pak Elang sudah keluar ?" tanya Lea.
"Belum bu, masih ada di dalam."
"Kalau gitu , saya keatas dulu ya pak." pamit Lea .
"Iya bu."
"Ayo sayang." Lea meraih tangan El , sedangkan tangan El yang satunya memegang tangan Al.
Mereka berjalan perlahan menuju ruang kerja Elang. Sementara disisi lain Elang sedang memandangi foto keluarganya.
"Daddy bakal segera temuin kalian bagaimanapun caranya. Daddy ga bakal nyerah cari kalian. Walaupun ada yang hapus jejak kepergian kalian daddy bakal tetap cari jalan keluarnya." gumam Elang lirih.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta (END)
Novela Juvenil𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙜𝙪𝙮𝙨 ! Dia ALLEA KANIA FAJIRA seorang gadis barbar , periang , pemberani dan supel. Yang sehari-hari dipanggil Ale. Berubah seketika saat sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi menimpanya. Ia mem...
