Ceklek.
Perhatian yang diluar seketika tertuju kearah pintu. Mereka melihat Elang yang sudah keluar dari dalam ruangan. Tanpa babibu mereka semua segera masuk tanpa memperdulikan Elang. Mereka melewati Elang begitu saja seakan tak pernah ada Elang disana. Elang melongo tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Hanya bibinya saja yang berpamitan untuk masuk.
"Bibi masuk dulu mas." Ucap bibi , Elang mengangguk sebagai jawabannya.
Elang mendengus kesal lalu ikut masuk ke dalam lagi.
"Jangan pada berisik." Ucap Elang datar.
"Ck. Udah punya anak nada bicaranya masih datar aja." Decak Kevin.
"Bodoamat." Balas Elang.
"Sayang gimana keadaan kamu ?" Tanya mama Novi berjalan kearah Allea.
"Udah baik kok ma."
"Cucu bunda mana Le ?" Tanya bunda Lina.
"Lagi tidur di box bun." Seketika Mama Novi dan bunda Lina melihat ke arah box berada tapi disana sudah ada para kaum adam yang mengerubunginya.
"Papa."
"Ayah." Panggil 2 wanita paruh baya itu serentak.
"Jangan di kerubungin gitu nanti babynya sesak." Ucap Mama Novi membuat para suami mendengus kesal padahal kan mereka masih ingin melihat cucunya.
"Lo pada juga. Jauh-jauh lo dari anak gue." Ucap Elang sewot.
"Kalo lo ga duluin ini bakal jadi anak gue." Ucap Kevin santai tapi membuat Elang membulatkan mata seketika. Bagaimana mungkin Kevin berfikiran seperti itu, memang Kevin seharusnya sudah ia tenggelamkan di sungai Amazon sejak lama.
"Enyah." Ucap Elang menatap Kevin. Kevin melangkahkan kakinya menjauh dari box bayi tapi kini dia mulai mendekat ke arah ranjang Lea.
"Allea." Panggil Kevin tak peduli dengan Elang yang menatapnya tajam.
"Kak Kevin, makasih ya udah luangin waktu buat kesini." Ucap Lea tulus.
"Sama-sama tapi kebetulan hari ini lagi ga sibuk jadi bisa jengukin kamu sama bayi ucul kita." Ucap Kevin tanpa dosa membuat Elang memiliki niat mencabik-cabik Kevin saat itu juga. Lea terkekeh mendengar ucapan Kevin. Kevin masih saja suka bercanda dan menggoda Elang.
"Lo emang minta gue kirim ke sungai Amazon." Sinis Elang.
"Kaya ada yang ngomong." Ucap Kevin pura-pura tak melihat Elang. Sementara yang lain terkikik melihat kelakuan Kevin dan Elang.
"Sini lo."
"Allea liat itu suami kamu." Adu Kevin pada Lea.
"Kak El udah." Tegur Lea.
"Kok kakak sih." Ucap Elang tak terima.
"Ya udah 2-2 nya . Kasihan nanti anaknya bangun. Lihat dong kak Satria sama kak Yosi aja bisa tenang ga kaya kalian." Ucap Lea. Kevin menyengir mendengar ucapan Lea sementara Elang mencebik kesal.
Tiba-tiba terdengar suara bayi yang menggema. Mama Novi dan bunda Lina dengan sigap mengendong cucu mereka. Membuat yang digendong diam seketika .
"Cucu grandma." Ucap mama Novi.
"Cucu oma." Ucap bunda Lina.
"Kenapa semuanya mirip El." Ucap papa Aditama.
"Namanya juga anak El." Ucap Elang santai.
"Seharusnya mirip Allea aja ga usah mirip sama kamu." Celetuk papa Aditama lagi. Elang menjatuhkan rahangnya saat mendengar penuturan papanya.
"Anak-anak Elang kenapa papa yang repot nilai sih." Gerutu Elang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta (END)
Novela Juvenil𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙜𝙪𝙮𝙨 ! Dia ALLEA KANIA FAJIRA seorang gadis barbar , periang , pemberani dan supel. Yang sehari-hari dipanggil Ale. Berubah seketika saat sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi menimpanya. Ia mem...
