"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan engkau ananda Elang Kiano Aditama bin Adam Aditama dengan Allea Kania Fajira binti Dani Pradito dengan mas kawin 100gr emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."
"Saya terima nikahnya Allea Kania Fajira binti Dani Pradito dengan mas kawin 100gr emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."
"Bagaimana saksi , sah ?"
"Sah." Jawab mereka serempak
"Alhamdulillah." Elang menghembuskan nafas lega , Ayah Dito dan Papanya juga tersenyum lega. Sementara Kevin saat ini sedang video call dengan Edo karena anak-anak Ambaraka ingin melihat ijab qobul dari leadernya itu. Tak terlalu beda jauh kini Satria dan Yosi sedang merekam ijab qobul Elang.
.
.
.
"Ale sekarang waktunya turun sayang. Elang sudah selesai ijab qobul." Ucap Bunda Lina.
"Iya bun. Bunda duluan aja." Bunda Lina mengangguk pelan sebagai jawaban.
"Zahra , Abel. Aku degdegan."
"Tarik nafas dalam-dalam Le, gapapa ayok." Ucap Abel
"Bismillah ." Ucap Zahra.
"Bismillah. Ayok."
Lea dan kedua sahabatnya , Abel disebelah kiri dan Zahra disebelah kanan mulai keluar kamar dan menuju tempat acara di lantai bawah.
Kini tatapan mata tertuju pada Lea. Aula yang tadinya ramai mendadak hening seketika. Bahkan jika ada koin terjatuh pasti akan terdengar sangat nyaring. Hanya hak sepatu Lea yang bertumbuk dengan lantailah yang memecah keheningan.
Tak... Tak... Tak...
Tak... Tak... Tak...
Suaranya selaras dengan langkah kaki Lea. Sosok cantik Lea membuat para kaum Adam tanpa sadar mengangakan mulutnya sementara para wanita dibuat iri oleh kecantikan Lea.
Tak beda dengan Elang ia sangat terpesona oleh istrinya itu. Cantik. Bukan, sangat cantik.
Lea berjalan dengan sangat anggun. Dia sedikit mengangkat pandangannya untuk melihat seseorang yang kini telah sah menjadi suaminya. Lea tersenyum saat mata bertabrakan dengan manik mata Elang.
Sorot mata yang lembut dapat membangkitkan kasih sayang seseorang , sorot mata itulah yang membuat auranya terlihat sangat mengesankan. Dia terus berjalan lurus sampai didepan suaminya tanpa menghiraukan tatapan orang disekitar. Kini Abel dan Zahra meninggalkan Lea bersama Elang. Mereka duduk dibangku yang sudah di sediakan.
Lea berjalan ke tempat duduk yang tersedia untuknya , tepatnya disamping Elang. Kemudian Lea segera duduk. Lalu Lea mencium punggung tangan suaminya. Elang tersenyum tipis tapi sedetik kemudian Elang mendengus kesal. Dia sangat marah melihat tatapan para laki-laki yang masih tertuju pada istrinya itu.
Lea mengernyit bingung, ada apa dengan suaminya itu, apa dia tidak bahagia dengan pernikahan ini. Leapun memberanikan diri bertanya kepada Elang.
"Kak." Panggil Lea.
"Iya. Ada apa hmm ?" Tanya Elang.
"Kakak kenapa? Kok jadi murung gitu ? Kakak tidak bahagia dengan pernikahan ini ?" Tanya Lea lirih.
"Ga Le. Aku cuman ga suka mata laki-laki tertuju ke kamu." Ucap Elang .
Lea ingin sekali tertawa tapi itu tidak mungkin. Jadi Elang tidak bahagia karena itu ? Sungguh konyol.
"Terus Allea harus gimana kak."
"Kamu ga boleh senyum. Jangan coba-coba senyum ke cowok lain." Ucap Elang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta (END)
Teen Fiction𝙅𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙛𝙤𝙡𝙡𝙤𝙬 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙜𝙪𝙮𝙨 ! Dia ALLEA KANIA FAJIRA seorang gadis barbar , periang , pemberani dan supel. Yang sehari-hari dipanggil Ale. Berubah seketika saat sesuatu yang tak pernah terbayangkan terjadi menimpanya. Ia mem...
