38.

4.1K 171 2
                                        

Elang semakin bersikap waspada, Elang menatap tajam semua yang ada disana.

"Jangan sekali-kali lo berani sentuh Ale apalagi bawa pergi Ale dari gue." Ucap Elang dingin membuat Kevin sedikit bergidik ngeri.

"Lah, kalo Lea mau lo bisa apa El?" Ucap Kevin

Elang membeku, ya , jika Lea mau bagaimana ?. Tapi Elang tidak peduli ia akan menjadi egois jika menyangkut Alleanya. Allea hanya miliknya, Allea adalah istrinya. Tak ada satu orangpun yang boleh membawanya pergi dari sisinya

"Gue ga peduli."

Semua yang melihat itu menahan tawanya. Kenapa Elang seserius itu , mereka semua kan hanya bercanda. Apa dia tak ingat bahwa Kevin sudah melepaskan perasaannya dan mengikhlaskan Lea untuknya.

"Ayo Le." Ucap Kevin lalu melangkah satu langkah ke depan.

"Lo sampai mendekat gue pastiin lo masuk rumah sakit Kev. Gue ga peduli kalopun lo sahabat gue." Ucap Elang Dingin.

Kevin terkekeh dalam hati. Mana mungkin Elang akan membuatnya masuk rumah sakit sedangkan selama ini walaupun marah Elang tak pernah menyakiti sahabatnya. Apalagi Kevin adalah sahabatnya dari kecil.

Disisi lain Lea tersenyum manis membuat Elang ketar-ketir. Lea tak boleh pergi dari sisinya, tak boleh.
Lea melepaskan pelukan Elang membuat Elang melebarkan matanya. Lea melangkahkan kakinya kedepan, melangkah dengan pasti. Lea sudah jengah dengan drama ini.

Didepan sana Kevin mengulurkan tangannya. Sementara yang lainnya menahan senyumnya kecuali Elang yang frustasi.

"Ale." Ucap Elang lirih.

Lea memutar sedikit badan dan kepalanya menghadap Elang lalu Lea menyunggingkan senyumnya. Senyum manis yang membuat Elang merasa takut. Ia sekarang benar-benar takut jika Lea pergi dengan Kevin.

"Allea, Ale stopped there." Ucap Elang frustasi saat Lea melanjutkan langkahnya. Tapi Lea sama sekali tak mendengar Elang.

"Please , Allea. Don't leave me." Ucap Elang semakin frustasi. Elang termakan drama mereka semua.

"Cih, lemah lo. Kemana yang namanya leader Ambaraka yang dingin itu" Cibir Yosi.

"Gue ga peduli lo bilang lemah.Lo ga bakal tau rasanya saat istri lo mau dibawa pergi orang lain. Lo ga tau Yos." Ucap Elang lirih lalu mendudukan dirinya dilantai.

Kaki Elang seketika lemas, bahkan untuk mengejar istrinya yang masih terus berjalan saja ia sudah tak sanggup. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia membenamkan wajahnya di lututnya.

Lea menghentikan kakinya dan berbalik. Ia melihat suaminya yang terduduk dilantai menautkan kedua alisnya , lalu segera berbalik dan menghampirinya. Lea memeluk suaminya. Membuat siempunya tubuh membeku.

Elang yang merasakan sebuah pelukan segera mendongakkan , ia sangat mengenal aroma parfum ini. Parfum milik istrinya.

"Kamu kembali." Ucap Elang , Lea mengangguk pelan

Elang segera membalas pelukan istrinya. Elang membenamkan kepalanya di ceruk leher Lea.

"Don't go. Don't leave me alone . Stay with me."

Elang semakin mengeratkan pelukannya. Lea merasakan basah di lehernya. Walaupun ia mengenakan hijab tapi dia masih bisa merasakannya.

'Kak El nangis?' batin Lea.

"Kak ikut Ale" Lea meraih kepala Elang dengan lembut dan mengajak Elang menjauh dari keluarga dan sahabatnya. Lea tak ingin ada yang tahu Elang menangis. Dia tak ingin Elang malu dihadapan sahabat dan orangtuanya.

ABOUT AFTER DARKNESS : Takdir Cinta  (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang