Warning typo bertebaran ‼️
Voment ya 😊
Happy Reading!!
==============
Jam istirahat adalah surga dunia bagi semua siswa-siswi di dunia ini. Dimana mereka terbebas dari segala rasa pusing yang mendera karena pelajaran.
Sama halnya dengan siswa lainnya, Black Golden juga menikmati jam istirahat mereka.
Glen, Zach dan Martin asyik bermain basket bersama anak basket lainnya.
Nicol dan Aryan sedang sibuk membaca buku dengan kacamata baca mereka di meja Kantin.
Dan para gadis duduk manis di kantin sambil menemani Lorenzo yang sibuk mengerjakan tugas OSIS nya.
"Lo gak bosen ngurusin tuh organisasi?" Celetuk Rasyi menatap Lorenzo.
"Mending ngurus organisasi, daripada ngurus perusahaan." Sahut Lorenzo sambil melirik sekilas Rain yang sibuk dengan tab digenggaman nya.
Rasyi mengalihkan pandangannya kearah Rain, "iya juga sih."
Rasyi memilih memainkan ponselnya dan berselfi ria. Mengabaikan teman-temannya yang sibuk dengan urusannya sendiri.
Cekrek
Rasyi membulatkan matanya melihat hasil Selfi nya. Gadis itu mendadak kesal setelah tiga makhluk tak diundang ikut nimbrung di foto Selfi nya.
"Lo gak ada kerjaan, hah?? Gangguin gue Selfi!!!" Semprot Rasyi.
Rizky, Raffindra dan Gara hanya cengengesan menanggapi ucapan Rasyi kemudian duduk di tempat yang masih kosong.
"Heh! Siapa yang ngebolehin Lo pada duduk disitu?!"
"Terserah kita dong, mereka aja gak protes." Jawab Raffindra menunjuk Rain, Aryan, Lorenzo dan Nicol.
"Gak! Lo pada gak boleh duduk sini! Pergi Sono!" Usir Rasyi menatap Rizky, Raffindra dan Gara.
"Kagak mau." Jawab ketiganya bersamaan.
"Gar, pesen makan gih! Tuh Erza sama bintang udah pesen dulu gak ngajak-ngajak." Ucap Rizky menatap Gara kemudian beralih menatap Erza dan bintang yang menikmati makan siangnya.
Erza yang mengerti arti tatapan Rizky hanya merespon biasa saja, "Lo bertiga kebanyakan bacot, jadi kita pesen duluan. Ya gak, tang?" Bintang hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.
Setelah makan datang, ketiga cowok itupun memakannya dengan damai. Rasyi akhirnya membiarkan kelima adik kelasnya itu bergabung di mejanya.
"Kak, gue gak lihat bang Rey?" Tanya Gara entah ditujukan pada siapa.
"Tadi pagi, Rey bolos. Gue gak tau dia dimana sekarang." Sahut Rain tanpa mengalihkan pandangannya dari tab ditangannya.
"Tumben Lo gak tau dimana Reyken? Biasanya Lo tau dimana dia dan sebaliknya." Sahut Rasyi.
"Emang kak Rain harus tau dimana bang Rey berada? Dia kan bukan nyokap nya bang Rey..." Celetuk Rizky.
"Kak Rain bukan nyokap nya, tapi gebetannya bang Rey." Raffindra menyahuti perkataan Rizky.
Rain hanya melirik sekilas ketiga adik kelasnya dan melanjutkan pekerjaannya. Dia harus menyelesaikan berkas untuk rapat Minggu depan.
"Cek cek... Perhatian!! Perhatian!!
Semua orang menghentikan aktivitasnya saat mendengar suara dari pengeras suara sekolah.
"Ada yang bilang kalo nembak cewek harus pake cara romantis. Gue gak tau ini romantis atau enggak, tapi gue tulus untuk jadiin dia pacar gue... Raina Heligh ini untuk Lo....."
KAMU SEDANG MEMBACA
RAINA (End)
Novela Juvenil"Hidup selalu membawa kita pada persimpangan takdir. Karena hidup adalah pilihan." ====== Hidup mengajarkan banyak hal untuk Raina. Kabar kematian sang mama dan kebencian kepada sang papa membuatnya memilih untuk meninggalkan rumah dan menjalankan k...
