ENJOY THE STORY AND SORRY FOR TYPO😊
Happy Reading!!!
===================
Setelah kejadian Rain yang di keroyok geng Lion. Zach dan Rain sepakat akan untuk pulang ke mansion Bara. Seandainya mereka pulang ke mansion keluarga Soller; bisa-bisa mereka, terutama Rain akan mendapat ceramah panjang lebar dari Nina. Pasalnya, mommy mereka itu tak mengetahui jika Rain dan Zach bergabung dengan salah satu geng motor ternama di Jakarta.
Di perjalanan menuju mansion Bara, Rain asyik telponan dengan mommy itu. Nina terus bertanya kenapa dia pulang ke mansion Bara bukan ke mansionnya.
"Aina kangen sama ayah, mom. Aina juga jarang main ama Abang. Gapapa lah,mom..." Bujuk Rain.
"Mommy juga masih kangen sama kamu. Kamu jarang banget main ke rumah mommy. Apa lagi lusa kamu berangkat ke LA kan?"
"Iya Aina berangkat lusa... Tapi kan tadi seharian Aina sama mommy terus... Sekarang Aina mau sama ayah..."
"Seharian? Kamu Dateng siang dan pergi malamnya apa itu yang namanya seharian?"
"Ayo lah mom... Aina kangen sama ayah, sama Abang juga..."
"Yaudah iya... Kamu boleh nginep di rumah ayahmu, Bara. Tapi setelah kamu pulang dari LA, kamu harus nginep di rumah mom ya!!"
"Bener nih mom??"
"Iya. Tapi kamu janji sama mommy."
"Aahh... Makasih mom... Aina janji."
"Yaudah have fun ya... oh ya, Mom lupa nanya, Kamu sekarang sama Tara kan? Soalnya tadi dia mau jemput kamu."
"Iya. Ini Tara di samping Aina lagi nyetir."
"Coba tanya sama Tara, hari ini dia pulang ke Mansion tidak? Atau dia ikut menginap sama kamu?"
Rain menoleh ke arah Zach, "Lo mau ikut nginep di rumah ayah?" Zach mengangguk.
"Iya mom, Tara ikut nginep."
"Yaudah, mom tutup dulu."
"Iya mom, see you..."
Tut
Rain mengakhiri panggilannya kemudian kembali menyimpan ponselnya. Gadis itu meraih kantong belanjaan di jok belakang dan mengambil Snack kemudian memakannya di sepanjang perjalanan.
"Aaaak" sesekali Rain menyuapi Zach dan di terima oleh cowok berkulit putih itu.
°
°
°
°
°
Rain langsung berlari keluar saat mobil Zach berhenti di halaman depan mansion keluarga Fernandez.
"Abaaaaaaaaaang!!!!" Teriakan Rain menggema di ruang tengah.
Zach yang mendengar teriakan Rain, menatap datar gadis itu.
'giliran Lorenzo manggilnya abang.' cibir Zach didalam hati.
Lorenzo yang kebetulan sibuk mengerjakan tugas OSIS nya di dalam kamar, melangkah keluar saat mendengar teriakan membahana dari Rain. Dari anak tangga terakhir Lorenzo dapat melihat Rain yang sibuk mengacak-acak lemari yang penuh dengan boneka. Dulu Bara sering sekali membelikan gadis itu boneka dan selalu meninggalkannya di mansion keluarga Fernandez tanpa mau membawanya pulang, sehingga Bara membelikan lemari khusus untuk boneka milik Rain.
Lorenzo mengedarkan pandangannya dan melihat Zach yang berbaring disofa panjang ruang tengah.
"Tumben malam-malam kesini?" Rain menoleh kearah asal suara. Lorenzo terkejut melihat beberapa memar di wajah Rain.
"Muka Lo kenapa?"
"Ini nih... Ini alasan gue datang kesini."
"Lha??" Lorenzo menatap bingung Rain.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAINA (End)
Teen Fiction"Hidup selalu membawa kita pada persimpangan takdir. Karena hidup adalah pilihan." ====== Hidup mengajarkan banyak hal untuk Raina. Kabar kematian sang mama dan kebencian kepada sang papa membuatnya memilih untuk meninggalkan rumah dan menjalankan k...
