I'm back ❤
[ Happy Reading ]
***
Seminggu berlalu, seminggu pula itu Rara mengurung dirinya sendiri di kamar. Hanya Bi Ani yang sering masuk untuk membawa kannya makanan dan minuman. Papa dan Mama-nya bahkan tidak pernah menanyai kabar. Mereka berdua tidak peduli, tidak bertanya apalagi khawatir.
Rara tersenyum pedih menatap dirinya sendiri di depan cermin. Tubuhnya tetap sama seperti dulu, hanya yang berbeda perutnya lebih terlihat membuncit. Kedua pipinya semakin membesar, chubby. Rara juga melihat kakinya yang membengkak, kadang mengecil saat bangun tidur. Ia cari di internet dan itu karena hormon hamil.
Hamil. Rara menuduk. Hidupnya seakan hancur, tidak ada lagi tujuan hidup. Bahkan Smp pun dia belum lulus.
Tok tok tok!
Tanpa melihat siapa yang mengetuk pintu, Rara sudah bisa menebak siapa yang masuk.
"Non nggak mau jalan jalan keluar? Cari udara segar" tanya Bi Ani menghampiri majikannya.
Rara menggeleng. "Nanti apa kata orang, Bi. Mereka akan tau, Papa nanti marah kalau orang lain tau anaknya hamil di luar nikah" jawabnya kecil.
Bi Ani tersenyum lalu mengelus rambut remaja itu lembut. "Tuan lagi ke kantor, Non Rara pakai jaket biar gak terlalu kelihatan. Dari pada diam di kamar aja, sumpek"
"Rara mau kemana? Gak ada tujuan" ucap Rara menatap bi Ani lewat cermin. Wanita paru baya itu sudah seperti ibunya sendiri.
"Rumah temannya Non" balas Bi Ani.
Rara tertawa hambar. "Rara gak punya teman, Bi. Teman Rara pergi semua ninggalin Rara"
"Rumah pacarnya, Non"
Perempuan itu mengerutkan keningnya. "Rara gak punya pacar" jawabnya membuang nafas.
"Ha" Bi Ani terdiam, dia tidak mengerti.
"Dia teman Rara, bi. Bukan pacar" ucap Rara seakan tau pikiran wanita di belakangnya.
Bi Ani mengusap keningnya kemudian kembali tersenyum. "Ke taman, disana banyak anak kecil. Itu bisa bikin pikiran Non segar" sarannya mencoba mengalihkan pandangan.
Kemudian bi Ani mundur. "Bibi tunggu di bawah ya, Non"
Rara merapikan rambutnya lalu menguncirnya ke atas. Ia membuka lemari dan mengambil jaket pink-nya. Setelahnya membuka pintu kamar.
"Rara mau makan pizza" gumannya sambil berjalan di tangga.
Sampai bawah ia melihat Bi Ani yang berdiri di depan pintu. Wanita paru baya itu menenteng paper bag di tangannya yang cukup besar.
"Ini makanan buat Non. Maaf Bibi gak bisa temenin, bibi masih banyak kerjaan. Non bisa minta antar Pak Akbar" ujar Bi Ani merasa bersalah.
Rara menggeleng sambil tersenyum tipis. "Gapapa, makasih bi. Rara sendiri aja"
"Hati hati Non" seru wanita paru baya itu melambaikan tangannya.
Padahal jarak taman dari rumahnya tidak begitu jauh. Rara terkekeh, bi Ani lucu. Ia sengaja memilih berjalan kaki mampung cuacanya adem, banyak juga tetangga kompleks nya yang olahraga sore.
Begitu sampai taman, Rara memilih duduk di bangku yang kosong, di bawah pohon rindang. Ia membuka laptop yang dibawanya untuk menonton drama. Ini yang dirinya suka, nonton sambil makan camilan.
Saking asiknya nonton, ia tidak sadar taman ini sudah sepi. Suasana pun sudah mulai gelap. Rara melirik jam di laptop nya, pukul delapan malam.
"Cepet banget"
KAMU SEDANG MEMBACA
BagasRara [END]
Teen FictionSpin off Young Parents [Bisa dibaca terpisah] _____ Menjadi seorang Ayah di usia muda tidak pernah terlintas dalam benak Bagas. Namun karena satu kesalahan yang tidak sengaja dilakukannya, ia benar-benar menyandang status sebagai ayah sekaligus sua...
![BagasRara [END]](https://img.wattpad.com/cover/256156458-64-k876125.jpg)