Sengaja part flashback nya gak aku miringin karena ini full part. Biar enak bacanya
F L A S H B A C K O N
***
Smp
"Ra, kamu bisa ambilin buku di gudang gak? Ada materi buat presentasi besok, kata Pak Bima penjelasannya ada di buku itu"
"Buku apa?" tanya Rara.
Fina teman yang tadi berbicara menunjukkan gambar dari handpone nya. "Kaya gini. Aku lagi nyalin laporan biologi, nanggung" ucapnya.
Rara menggangguk setuju. "Oke" balasnya tersenyum.
"Sama Wulan minta temenin, kalian berdua kan sohib" ucap Fina lagi.
"Ayo" ajak Wulan berdiri. Gadis itu tersenyum sambil menatap Rara.
"Jangan lama lama ya, ini udah sepi soalnya sekolah" peringat Fina diangguki kedua gadis itu.
Rara berjalan beriringan dengan Wulan sambil bergandengan tangan dan bercanda. Keduanya memang bersahabat sejak kelas tujuh, dan disatukan kembali di kelas sembilan membuat persahabatan mereka semakin erat.
"Hari minggu nonton yu Ra, ada film baru" ujar Wulan antusias.
"Film apa? Kalau horor aku gak mau ya" balas Rara.
Wulan terkekeh. "Film roman. Seru deh, sepupu aku yang baru ngeliat trailernya aja langsung suka. Gimana, mau gak?"
Rara terdiam sebentar sambil memikirkan jawabannya. "Aku tanya Papah dulu, boleh apa gak. Kamu kan tau Papah aku gimana" jawabnya meringis kecil.
"Galak ya" sahut Wulan.
"Ya gitu" Rara mengangkat bahunya.
"Oke deh" ucap Wulan memaklumi. "Eh, kayanya ada yang manggil" ujarnya berbalik badan. Rara ikut menoleh ke belakang melihat siapa yang memanggil mereka.
"Ajeng, ada apa?"
Gadis bernama Ajeng itu mengatur nafasnya kemudian menatap Rara dan Wulan bergantian. "Wulan di cariin Kak Lusi, katanya latihan dance dimajuin" ucapnya.
"Serius?!" kedua mata Wulan membulat kaget. "Kak Lusi nya dimana? Kok dia gak ngabarin aku langsung"
"Katanya handpone kamu gak aktif" balas Ajeng.
Wulan menepuk keningnya. "Handpone aku ketinggalan di kelas, lowbet lagi" Ringisnya.
"Pelupa" cibir Rara. "Yaudah kamu temuin Kak Lusi sana, keburu di marahin" ujar Rara.
"Aku kan mau nganterin kamu" balas Wulan.
Rara menggeleng lalu tersenyum kecil. "Aku sendiri aja, lagian gudang deket ini"
"Ke gudang ngapain?" tanya Ajeng.
"Ngambil buku" jawab Rara.
"Sama Ajeng aja Ra" suruh Wulan.
"Aku sih mau aja, tapi mau ke toilet dulu bentar. Udah kebelet" sahut Ajeng.
Wulan menatap Rara seolah bertanya. "Kamu tungguin aja Ra, dari pada sendiri. Aku duluan ya, maaf gak jadi nganterin" ucapnya berlari setelah melihat Rara menggangguk.
"Bentar ya Ra" Ajeng juga ikut berlari ke toilet meninggalkan Rara di lorong sendiri.
Tidak banyak murid yang masih berada disini mengingat sudah lewat jam pulang sekolah. Hanya ada beberapa yang ikut eskul atau sedang kerja kelompok.
KAMU SEDANG MEMBACA
BagasRara [END]
Ficțiune adolescențiSpin off Young Parents [Bisa dibaca terpisah] _____ Menjadi seorang Ayah di usia muda tidak pernah terlintas dalam benak Bagas. Namun karena satu kesalahan yang tidak sengaja dilakukannya, ia benar-benar menyandang status sebagai ayah sekaligus sua...
![BagasRara [END]](https://img.wattpad.com/cover/256156458-64-k876125.jpg)