Niatnya si semalam mau update, tapi ketiduran ty,
Reading too enjoy, ↪↩
***
Bagas menatap pantulan dirinya sendiri di cermin dalam kamar sambil terdiam. Tangannya menyentuh sudut bibir yang robek itu, hasil dari bogeman Bapaknya sendiri dan pria yang berstatus orang tua Rara.
Pria yang tiba tiba datang saat dirinya sedang membantu Mbak Nina beberes rumah disana, lalu tanpa bicara apa apa menyeretnya pergi. Masih di Thailand, dia bersama beberapa anak buahnya membawanya ke rumah yang berada di dalam hutan. Memukuli dan membentaknya.
Bagas sudah bisa menebak siapa orang tua itu, dari wajah sudah terlihat jika itu merupakan Papa dari gadis yang sudah ia sakiti. Untuk itu dia tidak melawan sedikitpun, sampai mereka membawanya pulang kembali Ke Indonesia dan bertemu dengan kedua orangtua nya. Bukan obrolan baik baik yang dua keluarga itu lakukan, namun pukulan dan hinaan.
"Ck," Bagas berdecak. Matanya menerawang ke atap apa rumahnya. "Semenakutkan apa Om Aldi, sampai anaknya aja takut" gumannya.
Cowok itu memegang perutnya yang tiba tiba mual, rasa asin di mulutnya membuat dia berlari ke kamar mandi yang berada di dapur.
Bagas memuntahkan isi perutnya namun tidak ada yang keluar, hanya air yang terasa asin dan pahit. Sebelah tangannya menyangga pintu kamar mandi, dan sebelah lagi untuk membersihkan mulutnya.
"Ayo berangkat"
Suara Abdul terdengar membut Bagas menolehkan kepalanya ke belakang, di dekat meja juga ada Surti.
"Mana anak itu?" tanya Abdul ke istrinya.
"Lari ke kamar mandi" jawab Surti.
"BAGAS!!" teriak Abdul.
Cowok itu tersentak dan langsung berlari ke ruang tamu, dimana kedua orang tuanya sudah rapi. Abdul menatap anaknya dari atas sampai bawah kemudian terkekeh sinis.
"Mau ketemu calon istri bajunya bagus ya"
"Baju Bagas ketinggalan di Thailand semua, Pak. Cuma ini yang ada di lemari" balas Bagas cepat.
"Setelah ini beli baju kamu sendiri" ucap Surti kemudian berjalan keluar.
Bagas mengangguk, untung ia punya tabungan. Kakinya melangkah mengikuti ibunya yang sudah masuk ke dalam taksi, sedangkan bapaknya di depan. Bagas menutup pintu mobil itu lalu duduk, mobil pun melaju dalam keadaan hening.
Ada yang ingin dirinya bicarakan dengan Surti, namun sepertinya wanita berstatus ibunya itu masih marah. Bagas melirik samping sambil meremas kedua tangannya.
Surti merasa ada yang memperhatikan pun menoleh. "Apa? Mau ngomong apa kamu" tanyanya sekilas.
"Bagas takut, bu" balas Bagas jujur. Kepalanya menunduk.
Wanita paru baya itu menarik tangan anaknya lalu di genggam. "Anak bocah yang udah mau punya bocah penakut" cibir Surti meletakkan tangannya Bagas ke pangkuannya.
Ia melirik Abdul yang juga memperhatikan nya lewat kaca depan. Nafasnya menghela berat, kecewa apapun dirinya pada anak ini. Bagas tetaplah anaknya. Melihatnya berkeringat dingin di samping membuat ia tau bagaimana perasaan anak itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BagasRara [END]
Genç KurguSpin off Young Parents [Bisa dibaca terpisah] _____ Menjadi seorang Ayah di usia muda tidak pernah terlintas dalam benak Bagas. Namun karena satu kesalahan yang tidak sengaja dilakukannya, ia benar-benar menyandang status sebagai ayah sekaligus sua...
![BagasRara [END]](https://img.wattpad.com/cover/256156458-64-k876125.jpg)