Menguap lebar, perempuan dengan balutan baju tidur bergambar minion itu merentangkan tangannya ke samping. Merasa sudah lega, ia mengelilingi pandangannya ke sekitar kamar. Tidak ada tanda tanda orang lain selain dirinya, seingatnya semalam Reya tidur di samping. Lalu sekarang kemana anak itu.
Bagas juga tidak ada. Perempuan itu turun dari kasur sambil sesekali mengucek matanya. Alihannya tak sengaja melirik jam dinding, baru pukul enam pagi. Masih terlalu pagi untuk Bagas siap siap ke sekolah.
"Masa Rara tidur kaya kebo sih, orang orang udah pada bangun sampai gak tau" gumannya membuang nafas.
"Anaknya makin lucu ya"
"Kalau nanti pas sudah besar saya jodohin sama anak laki laki saya gimana? Siapa tau cocok, kan"
"Bapaknya juga ganteng, bismillah istri kedua juga gapapa"
Suara ramai yang berasal dari luar membuat Rara mengerutkan keningnya. Ia berjalan hendak membuka pintu, namun sebelumnya mengintip lewat jendela.
"Bapaknya unyu, anaknya unyu. Aduh bikin iri deh"
"Bikinnya pakai gaya apa, nak? Mau juga di praktekin ke suami nanti malam"
Rara membulatkan matanya, hey! Berani beraninya mereka berbicara sevulgar itu ke Bagas.
"Kenapa nggak ada yang muji muji Rara" gumannya kesal.
"Eh, neng Rara. Ngapain neng ngintip ngintip di jendela" salah satu ibu ibu disana berceletuk, membuat Bagas pun ikut menoleh.
Cowok itu mengedipkan matanya, mengkode seolah nyuruh mendekat. "Reya nangis, minta gendong" ucapnya.
Rara terdiam kaku, antara malu karena kelihatan dan kesal lantaran celetukan ibu ibu berbadan besar itu. Ia menghampiri Bagas dan mengambil alih Reya, balita yang ternyata hanya memakai kaos dalam.
"Baru bangun, neng?" tanya ibu ibu itu, bernada menyindir.
"Nggak bu, dia abis nyuci" sahut Bagas.
Ibu itu mengangguk seraya tertawa kecil, sedangkan Rara menatap Bagas tidak mengerti. Bukannya ia baru bangun, nyuci dari mananya.
"Wah, gercep ya. Hari minggu gini kerjaan rumah udah selesai semua, tinggal jalan jalanya nanti siang" ujar ibu ibu yang lain. Bu Dila namanya.
"Hari minggu!" Rara memblakakan matanya, lupa kalau hari ini ternyata hari libur. Pantas Bagas belum siap siap.
"Saking lamanya gak keluar rumah, sampai nggak tau hari ya, neng" ucap bu Dila lagi.
"Kenapa gak sekolah aja?"
"Atau kalau malas, kerja aja. Itung itung bantu Nak Bagas" tambah bu Ana.
Baru hendak membuka mulut, jawaban Bagas menghentikan kata yang hendak keluar dari mulut Rara.
"Kita masuk duluan ya, ibu ibu. Reya-nya mau mandi"
Tanpa menunggu jawaban, cowok itu mendorong Rara masuk ke dalam rumah. Lalu menguncinya membuat Rara menyerinyit heran.
"Rara kan mau jawab ibu ibu itu, Bagas. Kok di suruh masuk?" ucapnya.
Bagas membalikkan badannya berhadapan dengan perempuan itu. "Kamu mau jawab apa?"
"Kalau mereka ada kerjaan, Rara minta cariin. Jadi tukang nyapu nyapu juga gapapa" balas Rara.
Bagas membuang nafasnya berat. "Gak boleh!"
"Dih, kenapa?"
"Aku nggak ngizinin, urusan kerja itu jadi urusan aku. Kamu cuma perlu jagain Reya, dan sekolah" ujar Bagas tegas.
KAMU SEDANG MEMBACA
BagasRara [END]
Teen FictionSpin off Young Parents [Bisa dibaca terpisah] _____ Menjadi seorang Ayah di usia muda tidak pernah terlintas dalam benak Bagas. Namun karena satu kesalahan yang tidak sengaja dilakukannya, ia benar-benar menyandang status sebagai ayah sekaligus sua...
![BagasRara [END]](https://img.wattpad.com/cover/256156458-64-k876125.jpg)