Minggu, 27 Juni 2021
.
.
.
Rara menggenggam tangan Mamanya yang tengah duduk di kursi goyang sambil memeriksa laporan butiknya itu erat, sesekali ia menarik nafas lalu membuangnya kasar. Viona yang mendengar helaan nafas itu hanya melirik Rara sekilas. Tidak peduli dan lanjut dengan i-pad nya.
"Mah.." panggil Rara gugup. Dahinya sudah berkeringat dingin duluan.
"Bisa kamu pergi, Mama lagi sibuk" ujar Viona tanpa menatapnya.
Deg
Meskipun sakit, Rara tetap tersenyum menatap Mamanya teduh "Rara ma--"
"Kalau kamu punya telinga, kamu pasti bisa mendengar ucapan Mama kan?"
Viona mematikan i-pad nya dan beralih menatap anak perempuannya datar. "Mama sibuk" tekan Viona berdiri
"Maafin Rara, Mah" lirih Rara menunduk
"Bisa pergi kan" ucap Viona membuang pandangannya.
Rara menggeleng pelan. "Rara minta maaf atas semua perlakuan Rara selama ini" perempuan itu menarik nafasnya kemudian menatap Mamanya lirih. "Rara udah kecewain Mama"
"Kamu memang sudah mengecewakan Mama, sangat. Permintaan maaf kamu gak bisa mengembalikan sesuatu yang sudah kamu permalukan di keluarga ini!" ujar Viona tegas.
Wanita itu menghela nafasnya kasar. "Sekarang apa yang mau kamu lakukan? Pergi dari rumah?" tanyanya menghadap Rara.
"Rara emang bukan anak yang bisa bikin bangga Mama, Rara bukan anak berprestasi. Tapi Rara bukan anak yang rela menjual tubuh Rara ke lelaki lain, Rara bukan perempuan murahan." terhenti sebentar, Rara semakin memegang tangan Viona erat. "Ada yang benci sama Rara, Mah. Dia jebak Rara, lewat Bagas" lanjutnya pelan.
Viona terdiam sambil menahan air matanya agar tidak jatuh, tidak bisa mengelak dirinya sakit melihat anak yang selama ini di besarkannya kini harus mengalami hal rumit dan sulit seperti ini.
"Rara emang awalnya nggak percaya sama alasan yang di kasih Bagas, tapi Bagas juga korban. Bagas dan Rara sama sama korban sama orang yang gak suka keluarga kita" ujar Rara lagi, kini ia membiarkan air matanya jatuh bersamaan dengan mulutnya yang terus bercerita.
"Maksud kamu?" Viona menatap mata anaknya meminta penjelasan lebih. Dia masih belum mengerti.
Sementara Rara mengatur nafasnya hingga kembali bersuara. "Bagas bilang kan kemarin, dia di jebak teman sekolahnya. Dia juga di paksa minum minuman yang bikin badannya panas. Rara gak tau itu minuman apa, Bagas juga gak tau. Minuman itu yang bawa sisi liar Bagas muncul, Mah. Teman Bagas itu yang jahat, Mah. Bukan Bagas nya"
Rara mendongak menatap wajah Mamahnya. "Pasti Mama tau kan itu minuman apa?" tanyanya tidak mengerti.
"Kamu gak tau?" tanya balik Viona di balas gelengan Rara. "Cowok itu juga gak tau?" tanyanya lagi, Rara kembali menggeleng. Bagas memang tidak tau katanya.
"Ya Allah.." Viona menarik kepala anaknya lalu memeluk tubuh kecil yang kini tampak berisi itu erat.
Ia mendekap Rara dengan mata berkaca kaca. Bibirnya yang terpoles lipstik merah terus mengucapkan kata Istighfar.
KAMU SEDANG MEMBACA
BagasRara [END]
Teen FictionSpin off Young Parents [Bisa dibaca terpisah] _____ Menjadi seorang Ayah di usia muda tidak pernah terlintas dalam benak Bagas. Namun karena satu kesalahan yang tidak sengaja dilakukannya, ia benar-benar menyandang status sebagai ayah sekaligus sua...
![BagasRara [END]](https://img.wattpad.com/cover/256156458-64-k876125.jpg)