Happy Reading 🍂
Alfa menggeliat pelan akibat guncangan dari Zafia. Matanya mengerjap-ngerjap pelan menyesuaikan cahaya kamarnya yang masih terlihat remang.
"Kak, aku ada sesuatu buat Kakak. Kak Al bangun, dong," ucap Zafia dengan senyum terus mengembang.
"Sesuatu apa? Kayaknya seru banget, sampek istri Kakak ini senyum-senyum terus dari tadi," ucap Alfa dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Ada, deh, pokoknya. Kak Al mandi dulu sana. Udah mau subuh juga. Aku mau ambil wudhu dulu," ucap Zafia sambil berlari-lari kecil menuju kamar mandi.
***
"Nasi goreng?" tanya Alfa sambil mengamati nasi goreng di hadapannya.
Zafia mengangguk semangat. "Ini nasi goreng pertama aku, spesial untuk Kak Al. Ya ... walaupun resepnya masih minta Bik Ida."
"Dari kelihatannya kayaknya enak," ucap Alfa sambil menyendok nasi goreng itu ke mulutnya.
Zafia menatap Alfa dengan jantung berdebar. Ia harap-harap cemas semoga masakannya tidak membuat Alfa sakit perut.
"Gimana-gimana? Enak 'tak? Apa keasinan? Kurang asin? Atau manis? Atau malah pahit? Aduuh ... jawab, dong, Kak Al," tanya Zafia antusias.
"Hmm, ini ..." Alfa terlihat meresapi setiap butir nasi yang berada di mulutnya. "Luar biasa," lanjut Alfa sambil mengacak gemas rambut Alfa.
"Jadi, aku berhasil?" tanya Zafia antusias. Alfa menganggukkan kepalanya sambil menyendokkan kembali nasi goreng itu ke mulutnya.
"Yes ...!" teriak Zafia girang sambil mengepalkan tangannya ke udara, diakhiri dengan kecupan singkat ke pipi Alfa.
Melihat Zafia begitu bahagia karena masakan pertamanya diterima baik oleh Alfa membuat Alfa lebih-lebih sangat bahagia. Dia hampir tidak menyangka kalau murid yang suka bolos di jam pelajarannya dulu, kini menjadi istrinya. Istri tercintanya.
***
Dua minggu setelah Zafia berhasil memasak nasi goreng untuk Alfa. Zafia dua minggu terakhir terlihat bersemangat di dapur. Dia mempelajari masakan-masakan sederhana yang bisa ia masak untuk Alfa. Dengan bantuan Bik Ida dan juga buku resep, Zafia yakin bisa menguasai bumbu-bumbu dapur itu.
Rapor Zafia baru saja dibagikan kemarin. Nilai yang memuaskan, seperti harapannya. Selain bisa pamer dengan Denzi, Zafia juga akan mendapatkan hadiah motor seperti janji Alfa beberapa bulan kemarin.
Kini Zafia sedang memasak udang tumis saus tiram. Dia hanya akan mengandalkan buku resep untuk memasaknya. Zafia melarang Bik Ida membantunya walau untuk membersihkan udang. Zafia ingin semua itu adalah hasil jerih payahnya sendiri, bukan campur tangan orang lain.
Karena keasyikan dengan khayalan wajah Alfa saat menerima masakannya kali ini, Zafia sampai tak menyadari kalau bagian udah yang tajam mengenai jarinya. Dia mengaduh pelan sambil reflek melepaskan udang terakhir yang ia bersihkan itu.
"Aih, pakek berdarah segala," gumam Zafia sambil menjauhkan tangannya dari penglihatannya. Ia sedikit ngeri melihat darah, sekalipun darah itu darahnya sendiri juga jumlahnya yang tak banyak.
"Bik! Bik Ida," panggil Zafia sedikit teriak.
Bik Ida tergopoh-gopoh menghampiri Zafia dengan sapu lidi di tangannya. Tadi beliau sedang menyapu di halaman belakang sambil menjaga Syifa yang tengah memainkan mainannya di kursi taman belakang.
"Iya, Nya?"
"Bik, bisa tolongin aku nggak?" tanya Zafia sambil cengengesan.
"Iya, tolong apa, Nya?" tanya Bik Ida sambil meletakkan sapunya di pojok dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Kedua Guru Olahraga [ END ]
Ficção GeralBagaimana ketika siswi SMA menikah dengan guru nya karena terjadi kesalahpahaman? Bahkan guru yang mengajar mata pelajaran olahraga tersebut sudah mempunyai istri bahkan mereka sudah dikaruniai seorang putri? Dan apa alasan istri pertamanya rela sua...
![Gadis Kedua Guru Olahraga [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/235745520-64-k775587.jpg)