Happy Reading 🍂
"Hamil?!" tanya semua orang yang ada di sana.
Fitri menundukkan kepalanya. Rizal menggenggam tangannya dan mengangguk tegas.
"Selain karena aborsi itu, kehamilan Fitri juga membuat kesadaranku kembali pulih. Ibu yang awalnya mulai mencoba menerima Siska karena kehamilannya, sekarang kembali membenci Siska saat tahu dia melakukan aborsi. Apalagi dengan tindakan dia yang hampir membunuh calon anakku," jelas Rizal lagi.
"Maaf untuk kamu, Alfa." Rizal menatap Alfa. "Aku tidak benar-benar ingin mendekati Zafia. Itu semua karena Siska. Cinta membutakanku. Tapi, sekarang aku sudah sadar. Aku berjanji akan memperbaiki semuanya. Siska tidak akan menggangu kita semua lagi, karena aku sudah membayar pengacara agar tidak bisa membuat Siska dikeluarkan lagi. Termasuk dengan uang tebusan."
"Jadi semuanya sudah jelas, bukan? Apa kamu masih membenci Rizal, Alfa?" tanya Wisnu sambil menatap menantunya itu.
"Karena semuanya sudah jelas, aku juga minta maaf. Ini semua berawal dari aku yang meladeni Siska," ucap Alfa sambil berdiri dari duduknya. Dia mendekati Rizal dan menjabat tangannya.
Rizal juga berdiri dan membalas jabatan tangan Alfa. "Selamat untuk kehamilan Zafia. Aku harap, tali silaturahmi kita akan berlangsung dari sini."
Alfa menjawabnya dengan senyuman, "Terimakasih untuk ucapan selamatnya, dan selamat juga untuk istrimu."
***
Hari resepsi Zafia dan Alfa akhirnya tiba. Tamu undangan banyak berdatangan. Karena Wisnu merupakan orang ternama di Medan dan Jakarta, banyak rekan bisnisnya yang datang bergilir.
Zafia dan Alfa yang kini menjadi raja dan ratu sehari tengah berdiri di pelaminan. Senyum bahagia tidak dapat ditahan. Doa yang para tamu ucapkan segera mereka aminkan segera.
"Capek, Sayang? Duduk dulu, sini." Alfa menuntun Zafia untuk duduk di kursi pelaminan. Para tamu sebenarnya masih banyak, tapi yang menyambutnya Tari dan Wisnu.
"Kasihannya istriku, keringetan gini." Alfa mengusap dahi Zafia yang di penuhi peluh keringat. Untung saja Zafia menggunakan make-up natural. Jadi tidak luncur terkena keringatnya.
"Aku jelek ya, kalau keringetan gini?" tanya Zafia sambil memegangi pipinya.
Alfa terkekeh pelan. "Masih cantik, Sayang. Kamu masih kuat nggak? Masih banyak lho, tamunya."
Zafia menggeleng pelan sambil memegangi perutnya. "Capek, Kak. Laper juga."
Alfa tertawa sambil mengusap perut Zafia. "Anak Ayah laper, ya? Mau makan apa?"
"Bundanya, Ayah, yang laper, bukan Dedeknya. Eh, tapi dedeknya laper juga, sih." Zafia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi pelaminan.
"Uluh-uluh ... mau Ayah ambilin makan apa, Bunda?" tanya Alfa dengan nada menggoda.
"Mau makan Ayah," jawab Zafia dengan menggoda pula. Alfa kembali terkekeh.
"Alfa, bawa Zafia makan dulu sana. Dari tadi melayani tamu, pasti Capek, 'kan?" tanya Tari sambil mendekati Zafia dan Alfa.
"Mama, Zaf kok pengen makan soto padang, ya?" tanya Zafia sambil bergelayut manja di lengan Tari.
"Minta pelayan beli sana. Mungkin kamu ngidam," ucap Tari sambil mengelus perut Zafia.
"Tapi aku maunya Kak Al yang beli," ucap Zafia sambil menatap Alfa yang kini tengah membolakan matanya.
"Alfa ..."
"Mau cari soto padang di mana, Ma?" tanya Alfa sambil berdiri dan mendekati Zafia dan Tari.
"Di mana aja. Yang penting ketemu," ketus Zafia sambil menggandeng tangan Tari dan duduk di pelaminan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Kedua Guru Olahraga [ END ]
Fiction GénéraleBagaimana ketika siswi SMA menikah dengan guru nya karena terjadi kesalahpahaman? Bahkan guru yang mengajar mata pelajaran olahraga tersebut sudah mempunyai istri bahkan mereka sudah dikaruniai seorang putri? Dan apa alasan istri pertamanya rela sua...
![Gadis Kedua Guru Olahraga [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/235745520-64-k775587.jpg)