Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

CYRAKHA • 12

99.2K 8.9K 611
                                        

"Rakha, boleh puter balik ngga?" tanya Cyra ragu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Rakha, boleh puter balik ngga?" tanya Cyra ragu.

"Mau apa?" tanya balik Rakha.

"Puter balik aja dulu. Nanti kalau Rakha mau tinggalin ngga papa."

Rakha memutar balikkan motornya. Cyra mengarahkannya untuk menepi ke kiri dan berhenti di sebuah warung tua terbengkalai. Cyra turun dari motor. Bukannya meninggalkan Cyra, Rakha justru mengamati tingkah Cyra.

Ia mendekati seekor kucing yang tertidur pulas di lantai depan warung itu. Kucing itu tampak lusuh dan kurus. Cyra kemudian mengeluarkan sesuatu dari tas nya. Sebungkus makanan kucing basah. Ia membuka bungkus itu dan menuangkan isinya tepat didepan kucing tadi.

"Puss ,bangun ,makan yuk!" ujar Cyra sambil mengelus kepala kucing itu hingga terbangun. Kucing itu dengan lahap memakan makanan kucing yang disediakan Cyra untuknya.

Tanpa Rakha sadari, bibirnya tertarik menciptakan senyum simpul. Sepertinya ia mulai menyukai gadis didepannya ini. Tapi ia bingung harus bagaimana mengatakannya.

"Rakha ngga pulang?" tanya Cyra membuyarkan lamunan Rakha.

"Nungguin lo."

"Ngga papa kalau mau pulang duluan. "

"Diem gausah bantah!" ujar Rakha dingin.

"I-iya"

"Udah? Naik!" titah Rakha pada Cyra.

Cyra meninggalkan kucing yang telah ia beri makan tadi dan segera naik ke motor Rakha kembali. "Lo ngapain kasih makan kucing jalanan? Buang-buang duit lo aja."

"Berbagi ngga akan buat uang aku habis, Rakha. Justru suatu hari bakal diganti lebih sama Allah."

Rakha kembali tersenyum. Kini ia sadar. Telah menyiakan seorang gadis yang tulus demi gadis murahan yang hanya menginginkan hartanya.

Setelah melewati perjalanan selama beberapa menit, Cyra menyadari kalau ini bukan jalan pulang ke rumahnya. "Rakha, ini bukan jalan pulang ke rumah."

"Lo pulang ke rumah gue. Gue ga bisa ninggalin lo sendiri. Gaada bantahan!"

"Tap-"

"Tuli?" potong Rakha.

Cyra hanya pasrah. Ia tak berani membantah Rakha. Motor Rakha memasuki halaman rumahnya. Rumah bernuansa putih hitam. "Ma!" panggil Rakha.

Pintu terbuka, nampak Zea tengah berkacak pinggang. "Ck! Kebiasaan! Assalamu'alaikum, kek!" tegur Zea.

"Assalamu'alaikum, Ma."

"Waalaikumsalam, ganteng. Nah gitu dong."

"Tapi kamu ngapain pulang?"

"Udah selesai."

"Siapa yang menang?"

Rakha hanya melirik Cyra disebelahnya. "Nah kan mama udah bilang. Pasti calon mantu mama yang menang. Bukan si cewek matre itu," ujar Zea.

CYRAKHACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang