Disclaimer: 🔞
Al lupa betapa cantiknya Andin saat gadis itu membuka pintu apartemennya untuk Al. Mereka baru berpisah selama dua hari tapi Al sudah sangat merindukan Andin. Al memeluk Andin erat dan menciumnya dalam-dalam.
"I miss you."
Andin melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar. "Aku senang banget kamu udah pulang, Mas." Ujar Andin, melingkarkan tangannya di leher Al dan menciumnya. "I miss you too." Kata Andin, mencium Al lagi dan lagi. Al balas mencium Andin dengan agresif, menumpahkan hasratnya yang terpendam selama dua hari ini.
"Kamu udah beres urusannya?" Tanya Andin akhirnya, melepaskan ciuman mereka.
Al mengangguk. Dia terpaksa harus pergi ke Surabaya selama dua hari untuk menyelesaikan urusan bisnisnya disana sebelum dia bisa mengajak Andin berakhir pekan sambil menikmati vacation birthday yang sudah dia janjikan. Mereka akan berangkat hari ini dan pesawat yang akan mereka tumpangi akan take off jam 3.15 sore dan sekarang sudah hampir jam 1 siang.
"Koper kamu mana, Ndin? Semuanya udah siap, kan?"
Andin mengangguk. "Ada di kamar."
Andin melepaskan pelukannya dan masuk ke kamar. Al berjalan mengikuti dibelakangnya.
"Kita mau kemana sih Mas?" Tanya Andin cemberut karena sampai saat ini Andin masih belum tahu Al akan mengajaknya kemana.
"Sabar, Ndin." Kata Al, mengusap rambut Andin. "Nanti di bandara kamu juga bakal tau sendiri."
Al menunjuk koper yang terletak di samping ranjang. "Ini?"
Andin mengangguk. "Oh, sama ini." Andin mengambil laptopnya dari sofa.
Al mengambil laptop tersebut dari tangan Andin dan mengembalikannya ke sofa. "No laptop."
"Tapi aku mau periksa tugas mahasiswa kalau kita punya waktu luang, Mas."
Al tersenyum nakal. Dia akan memastikan supaya mereka tidak akan memiliki satu menitpun waktu luang. Al menatap Andin penuh arti.
"Oh." Kata Andin tersipu.
Al tersenyum geli dan memiringkan kepalanya untuk mencium Andin. Ciuman yang awalnya ringan dan singkat itu berubah menjadi ciuman yang dalam dan penuh gairah ketika lidah Al memasuki mulut Andin. Lidah mereka saling berpagutan dan Andin menempelkan tubuhnya lebih erat ke tubuh Al. Dalam sekejap, mereka mengerang, mencakar, dan saling menyentuh dengan liar sambil berusaha melampiaskan kerinduan yang melanda mereka.
"Sekarang," bisik Andin. "Sekarang, Mas."
Al mengangkat tubuh Andin dan menggendongnya ke ranjang. Andin membenamkan wajahnya ke leher Al, rindu akan aromanya, kekasarannya, dan keahliannya yang tidak pernah gagal membuat tubuh Andin berdenyut. Al membaringkan Andin, bibirnya menyerang bibir Andin tanpa henti. Al dengan tidak sabar membuka ritsleting bagian belakang gaun Andin dan menariknya ke bawah dengan kasar dan melemparkannya ke lantai.
[Sebagian chapter sudah dihapus]
Author's Note: Wanna read it all? Adegan panas 🔞 dan mendebarkan kelanjutan dari adegan diatas tersedia dalam bentuk eBook PDF. DM aja di IG: @iamwilonaa🥰
~~~
"Ya Allah, Mas Al!" kata Andin. "Wow!" Andin tidak bisa menghentikan seruan kegembiraan yang keluar dari mulutnya. "Ini bagus banget, Mas!"
Setelah hampir tujuh jam perjalanan dengan dua pesawat, transit di Singapore, dan perjalanan dengan taksi selama kurang lebih empat puluh lima menit dari Phuket International Airport, akhirnya mereka tiba di tujuan mereka, Keemala Resort, sebuah resort mewah terpencil di pedalaman hutan hujan tropis di Phuket Island, Thailand.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aldebaran, My Love
Roman d'amourAndini Poetri akan melakukan apa pun untuk menjerat Aldebaran Alfahri, mantan tunangan sepupunya. Tujuannya membuat Aldebaran jatuh cinta lalu meninggalkan pria itu menjelang hari pernikahan mereka. Segala cara akan Andin tempuh untuk membalaskan de...
