10. Show from Barbara

747 46 3
                                        

Happy reading.

🍂

Gafriel menatap Barbara yang saat ini, duduk di samping kursi kemudi mobilnya dengan wajah sumringah. Tak berhenti tersenyum, Barbara terlihat tidak lelah dengan bibir yang terus melebar.

Setelah menghabiskan satu minggu lebih di rumah sakit, akhirnya Barbara bisa datang ke sekolah. Dan tentunya harus ditemani Gafriel.

Barbara sangat senang karena Gafriel terus menemani nya, di rumah sakit dan bahkan sampai saat ini. Walaupun keterpaksaan jelas diperlihatkan Gafriel terhadap dirinya, Barbara tidak peduli. Yang penting disini yaitu, Gafriel bersama dan menemaninya saat ini. Itu cukup baginya.

Barbara terasa hidup sekarang.

"Senyum mulu sih, risih gue lihatnya." ucap Gafriel dengan wajah juteknya.

"Aku senyum karena seneng, Gafriel baik banget sih. Aku tambah cinta" ujar Barbara sambil tersenyum manis.

Gafriel mendengus. "Bacot, gue gak ada niat baik sama lo, ingat gue lakuin ini karena suruhan mama gue, jangan kepedean." ucap Gafriel.

Barbara tetap mempertahankan senyumannya, walaupun perkataan Gafriel terdengar kasar. Tapi tak apa, Gafriel mau berada disisinya saja sudah cukup. Barbara tidak akan meminta lebih lagi.

Memasuki halaman sekolah, mobil Gafriel berhenti tepat di tempat parkir anak High Class. anak-anak High Class, disediakan tempat parkir tersendiri, Khusus untuk mereka yang berkendara saat ke sekolah.

Melihat Hope berjalan melewati parkiran, Gafriel segera keluar dari mobil.

"Hope!" teriak Gafriel tidak terlalu keras, tapi Hope masih bisa mendengarkannya.

Hope menoleh dengan tatapan dingin seperti biasa.

Barbara mengernyit melihat Gafriel berjalan menghampiri Hope, panas? Tentu saja. Lagi-lagi Hope, Barbara muak berurusan dengan ular berbisa itu. Terlihat baik-baik saja, ternyata seperti monster. Itu tanggapan Barbara untuk Hope.

Namun, Barbara akan terus berurusan dengan Hope walaupun dia enggan, jika Gafriel terus terlibat dengan gadis miskin itu.

"Lo mau ke kelas?" tanya Gafriel dan diangguki Hope.

"Ayo, barengan." ujar Gafriel

Hope menatap Barbara yang sudah berdiri di samping Gafriel, tatapan Barbara terlihat santai. Namun, Hope tahu di balik sikap sok santai itu, Barbara terbakar emosi karena Gafriel meninggalkannya di mobil sendirian demi menghampiri Hope.

Barbara melingkari lengan Gafriel dengan lengannya.

"Gak usah." ucap Hope kemudian berjalan lebih dulu.

Gafriel menyingkirkan lengan Barbara dengan wajah kesal.

"Kok dilepas sih" ucap Barbara dengan wajah cemberut.

"Ingat perjanjian kita. Jangan melewati batas, atau gue gak akan nemenin lo lagi." ketus Gafriel kemudian berjalan mendahului Barbara.

Barbara menghela nafas kasar, kemudian berlari kecil mengikuti Gafriel.

🍂

The High Class Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang