happy reading.
🍂
Hope menatap datar wanita di depannya saat ini. masih punya muka untuk bertemu dengan Hope rupanya.
"Hope, Mama ma-"
"Mama siapa? gue gak punya mama. dia udah mati." ucap Hope dingin membuat Kate tak berkutik.
Wanita 40 tahunan itu masih terlihat cantik dan menawan, Kate benar-benar mirip dengan Hope namun versi yang lemah lembut.
"Maaf. saya tau kalau bakal jadi kayak gini, Rian memantau kita dari awal. dia yang buat kamu di adopsi Hela, seb-"
"Buat apa penjelasannya? gue gak butuh, pergi aja dari hidup gue."
Kate menggigit bibirnya. dia benar-benar lemah, pengecut! membiarkan Rian mengatur hidupnya. Jika saja kalau Rian tidak menikah dengan Grania, mereka bisa bahagia bersama Hope. Keluarga kecil mereka pasti bisa bahagia.
Ataupun tanpa Rian, Kate bisa saja hidup bahagia bersama Hope. Kate mulai berkaca-kaca, tangannya gemetar.
"Selama ini saya ingin sekali memeluk kamu, kamu itu segalanya buat saya Hope. Hal yang paling membahagiakan buat saya dalam hidup adalah menggendong kamu saat kamu baru saja lahir dari kandungan saya."
Kate tidak bohong. dia bingung ingin memulai dari mana, dia benar-benar menyayangi Hope. Hanya saja Rian yang mengancamnya untuk menjauhi Hope agar keluarga Grania tidak mengetahui kalau selama ini Rian dan Kate telah bersama dan memiliki anak.
"Udah gue bilang gue gak butuh penjelasan gak penting!" Hope masih bertahan dengan wajah datar dan sikap dinginnya.
Dia muak dengan kehidupannya yang berantakan ini.
"Hela, dia sahabat saya namun dia menyukai Rian. dia rela buat apapun untuk Rian, makanya menjaga kamu dan merawat kamu bukan suatu masalah buat Hela. dia sangat sayang pada Rian dan begitu sayang pada kamu juga."
"Wanita itu bodoh, mau dibodohi Rian padahal sudah bersuami."
Hope terkekeh sinis. "Kalian semua sama begonya."
Bodo amatlah. Hope tidak ingin ambil pusing lagi dengan urusannya dengan Kate. Hope tidak peduli lagi dia anak siapa, tak peduli lagi soal drama keluarganya.
"Hope, kamu mau maafin saya? saya sayang ba-"
"Jauhin Hope." Suara Kaivan memasuki pendengaran mereka. Suara Kaivan terdengar menahan marah.
"Udah gue bilang dia tanggung jawab gue, jangan gangguin dia lagi." sinis Kaivan kemudian menarik tangan Hope mendekat padanya.
Kate mengusap wajah frustasi. "Kaivan, Kakek kamu gak akan tinggal diam, saya tau itu makanya saya harus membawa Hope sebelum dia disakiti kakek kamu." Kate benar-benar takut saat Rian mengatakan seberapa menyeramkan Kakek Kaivan itu.
Dan bahkan sempat mengatakan tidak merestui Kaivan dan Hope karena kehidupan mereka yang begitu berbeda.
Kaivan mengernyit. "Gak usah bacot, gue tau apa yang harus gue lakuin dan apa prioritas gue." Ucap Kaivan kemudian menarik Hope menjauhi Kate.
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Fiksi Remaja"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
