Happy Reading!
—
"The older i get the more that i see,
my parents aren't heroes, they're just like me.
And loving is hard, it don't always work."
🍂
Hope menyeka air matanya, setelah mendengar penjelasan Henry mengenai kebenaran dari masalah kedua orang tuanya, Hope mulai mengerti dan merasa kasihan pada Kate.
Ternyata Kate juga cukup menderita ya?
Tapi, Hope masih sulit untuk menerima semuanya, dia masih sulit untuk memaafkan atas apa yang dia hadapi sedari kecil.
Kenapa harus dia? Kenapa harus dia yang mengalami itu semua? dia tidak pernah memilih jalan ini. Dia tidak pernah memilih hidup seperti ini.
Henry tersenyum tulus. "Hope, kamu bisa bahagia, dan kamu berhak mendapatkan itu." ujarnya membuat Hope mengangkat kepalanya menatap Henry dengan tatapan yang berkaca-kaca.
"Kenapa anda begitu yakin?" tanya Hope tak mengerti dengan orang tua duduk depannya saat ini.
Henry hanya diam dan terus menyetir, akhirnya mereka telah sampai di lokasi Chris berada.
Henry menengok ke belakang dan tersenyum pada Hope, "Saya yakin, karena saya yang menyaksikan bagaimana Kate berjuang untuk kebahagiaan kamu, dia sudah menyiapkan sesuatu yang besar, dan siap membuat kamu bahagia,"
Henry menggantungkan kalimatnya.
"Namun, itu semua sia-sia kalau kamu tidak mau menerimanya Hope, itu semua tidak ada artinya jika kamu gak mau menerima mama kandung kamu."
Hope mengernyit bingung, kenapa Henry seolah-olah sangat mengenal Kate, apa hubungan mereka? Dan setahu Hope, Henry adalah sekretaris yang terpercaya oleh Chris.
Seharusnya, Henry tidak bicara seperti itu kan?
"Saya kenal baik mama kamu Hope, dan kita semua berjuang untuk kebahagiaan masing-masing."
"Jadi, jangan patah semangat. Tanpa kamu sadari, kamu masih punya orang yang sangat menyayangi kamu, walaupun dia harus melakukannya diam-diam."
Hope terdiam, bingung harus berkata apa.
"Ayo masuk, tuan Chris telah menunggu."
🍂
Fay masih belum sadar, dia masih terbaring di ranjang rumah sakit. Shock yang dia alami benar-benar mempengaruhi tubuhnya.
Di samping Fay ada Matteo yang masih menjaga, dan Gafriel yang tidak berani masuk ke dalam. Cowok itu hanya menunggu di luar.
Entah kenapa, dia tidak bisa masuk walaupun sekedar mengatakan kata-kata, Gafriel ikut merasakan sakit seperti yang dirasakan Fay saat ini.
Dan Gafriel tahu dia tidak bisa apa-apa saat ini. Untuk pertama kalinya Gafriel tidak bisa berpikir jernih, dia tidak tahu harus bertindak apa.
Apa hanya dengan hiburan kata-kata, Fay bisa membaik? Atas semua luka yang Fay rasakan, Gafriel merasa tidak bisa menghilangkan semua rasa sakit itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Fiksi Remaja"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
