Happy Reading.
🍂
Darlene tersenyum melihat ke arah lapangan basket, terlihat beberapa cowok kakak kelasnya sedang bermain basket.
Terlihat ada Kaivan, Gafriel, Vincent dan anak High Class lainnya. Saat ini jam olahraga mereka. Cowok-cowok bermain basket sedangkan cewek-cewek sedang duduk santai tanpa minat untuk bergerak.
Violet terus menyenggol bahu Darlene membuat cewek itu mengernyit kesal merasa terganggu. "Kenapa sih, ganggu aja."
"Udah gak usah berharap sama kak Kaivan, dia punya pacar." ucap Violet sambil menunjuk Hope dan Fay yang baru saja berdiri dari duduk berjalan keluar dari area lapangan.
Darlene mendengus kesal. "Lo temen gue bukan sih? masa gak dukung gue, malah dukung si Hope yang sok cantik itu!" gerutunya kesal membuat Violet menghela nafas lelah.
"Terserah lo deh, ayok masuk kelas. Kita izin ke toilet doang, dan gak boleh lama-lama." Peringat Violet membuat Darlene kembali merengut kesal dan berjalan meninggalkan Violet.
Violet menggelengkan kepalanya. "Gue kenapa mau bergaul ama dia ya." Ucapnya pada dirinya sendiri kemudian berjalan mengikuti Darlene.
Saat berada di kantin Fay langsung memesan minuman dingin. "Hope mau apa? gue iced lemon tea."
Hope terlihat berpikir. "Samaan aja." Fay mengiyakan kemudian segera memesan minuman mereka.
"Panas banget hari ini, gak tahan gue kalau panas gini!" Gerutu Fay sambil mengibaskan tangannya.
"Ac-nya gak mempan ya?" Tanya Hope yang tidak terlalu merasa kepanasan, karena sudah terbiasa.
Fay mengangguk, dia lupa mengambil kipasnya di kelas. Walaupun kantin ber-ac, namun karena Fay yang terbiasa dengan udara dingin merasa kepanasan akan cuaca terik hari ini.
Pesanan mereka pun datang, Fay buru-buru meminum minuman itu dan bernafas lega.
Hope mengambil ponselnya saat benda itu bergetar, dia memeriksa ketika melihat ada notifikasi pesan muncul.
from : unknown number
kamu mau hidup enak tanpa masalah? saya bantu kamu, tapi dengan syarat jauhi Kaivan. Kali ini saya tidak berbohong. Saya bisa bantu kamu hidup enak bahkan di luar negeri sekalipun. bagaimana Hope, kamu tertarik?
Hope terdiam melihat pesan dari nomor tak dikenal itu, namun Hope sudah tahu pasti siapa pengirim itu.
Fay mengernyit melihat perubahan raut wajah Hope yang terlihat serius namun cewek itu tak kunjung bicara.
"Hope? what's happening?" tanya Fay membuat Hope mengangkat wajahnya, dia ingin merahasiakan ini namun tak tega untuk berbohong pada Fay.
"Kakek Kaivan, dia ngirim gue pesan." Ucap Hope kemudian memperlihatkan isi pesan tersebut.
Fay mengernyit kemudian tersenyum, "Gimana Hope? tergiur gak?" tanya Fay dengan nada bercanda.
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Ficção Adolescente"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
