Hi, welcome.
Happy Reading!
🍂
Siapapun tolong selamatkan mereka dari situasi ini, mereka bahkan tidak ada yang berani beranjak dari tempat masing-masing, semua terpaku dan tidak berani bersuara.
Perdebatan Chris dan Kaivan membuat mereka tegang, keduanya memiliki aura yang mencekam, saat bertemu, duar! Kalian pasti akan tidak bisa berkutik.
"Sentuh Hope pake ujung jari aja. Gue bakal musnahin lo dari dunia ini. Gue bisa singkirin lo sekarang juga, kakek tua."
Kaivan benar-benar gila! Hanya untuk seorang perempuan dia melawan kakeknya, Chris. Kaivan serius terhadap Hope, mereka cukup heran.
Hope meremas tangan Kaivan, dia menatap wajah Chris yang kini menatapnya dengan tatapan murka. Dia tidak pernah melihat tatapan seperti itu dari Chris, jujur saat ini Hope takut.
"Kaivan..."
Kaivan dengan berani menatap Chris yang memanggilnya, seolah-olah Chris tidak begitu menakutinya.
"Kamu mau merelakan semuanya?"
"Gue nggak peduli, dan gue hanya mau Hope."
Chris tersenyum sinis, Kaivan telah kehilangan kewarasan karena tergila-gila pada perempuan hina seperti Hope.
"Kamu mengabaikan peringatan saya ya Hope?" Chris tersenyum miring dan menatap Hope. Hope hanya diam tanpa ekspresi, walaupun tangannya sudah bergetar.
Dia tidak biasa menjadi pengecut seperti ini, namun mengetahui Chris bisa memisahkan dia dengan Kaivan begitu saja, membuat Hope takut.
"Jangan ngomong sama Hope." Ucap Kaivan kemudian menutupi Hope dengan tubuh kekarnya, agar Chris tidak bisa melihat Hope.
Chris tiba-tiba tertawa, merasa dipermalukan oleh cucunya sendiri, dia tidak ingin menambah rasa malu lagi.
"Maaf telah mengganggu ketenangan sekolah ini, saya masih memiliki banyak urusan. Saya permisi." Ucap Chris pada Guru-guru dengan ramah, tiba-tiba sekali berubah menjadi lemah lembut.
"Ohh, tidak masalah Mr. Chris."
"Kami akan mengantarkan anda."
"Terima kasih telah mengunjungi kami, sebuah kehormatan."
Kaivan tersenyum sinis dan segera membawa Hope pergi dari kerumunan itu, dan pergi menuju kelas diikuti Fay dan High Class lainnya. Terlihat mereka siap melindungi Hope walaupun mereka juga tidak begitu berani terhadap Chris.
Hope segera duduk setelah Kaivan. menyuruhnya duduk, cowok itu mengelus lembut kepala Hope dan menyeka keringat dingin di dahinya. Ternyata Hope begitu takut sampai seperti ini.
Chris sudah seperti pembawa bencana bagi Hope.
"Tenang Hope, gue gak akan biarin ada yang nyentuh lo. Jangan takut ya." Bisik Kaivan lembut membuat Hope nengangguk dengan wajah yang datar.
"Ok! Sekarang semuanya fokus yaa, jawab soal yang bener, jangan malu-maluin!" Seru Fay memecahkan keheningan.
"Siap!"
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Teen Fiction"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
