Hi, thank you for staying here.
Happy Reading!
🍂
Sama seperti musim gugur, Hope merasa hidupnya seperti musim itu. Autumn, dimana pergantian musim yang dari hangat menjadi dingin, daun-daun jatuh berguguran, dan siap menyambut suhu yang dingin.
Hope merasa, hidupnya sama seperti musim gugur. Tetapi bedanya, Hope tidak pernah merasakan kehangatan. Setiap hari, dia merasa selalu jatuh, gugur, dan dingin. Namun, setelah kedatangan Kaivan dalam hidupnya, dia merasa hidup, ingin bahagia, dan untuk pertama kalinya merasakan kasih sayang yang nyata.
Setiap hari Hope berpikir bisakah dia bahagia? Bisakah Hope berharap? Itu sesuatu yang mustahil kan, sedari kecil tidak merasakan kasih sayang, Hope tidak percaya lagi akan kebahagiaan. Dia, menderita, tersiksa, dan membenci dunia ini.
Tetapi Kaivan mengubah pandangannya, Kaivan merubah cara berpikirnya, Kaivan membuat Hope menemukan dirinya yang terasa asing. Dan hanya ada saat bersama Kaivan.
Hope menatap wajah Kaivan yang masih menatapnya lembut. Perkataan Kaivan membuat Hope tidak bisa lagi berpikir jernih.
Dia merasa semakin egois ingin terus bersama Kaivan. Hope tenggelam dalam pikirannya sendiri membuat Kaivan mengelus pipi Hope.
"Denger kan? Gue bukan tipe cowok yang mengingkari janji, atau membual. Gue bakal buktikan Hope, seberapa besar sayang gue ke lo. Dan gak akan ada yang bisa kontrol perasaan ini."
"Jangan takut ya, apapun yang bakal terjadi kedepannya, remember you have me."
Hope tersenyum dan mengangguk, dia kemudian memeluk Kaivan dan bersandar nyaman didada cowok itu. Kaivan membalasnya dengan erat, keduanya berpelukan mesra dan enggan untuk melepaskan.
Now, autumn has found spring.
Daun yang telah gugur itu, bisa mekar lagi. Dingin tidak akan menguasai dia lagi, dia menemukan kehangatannya.
🍂
Chris tersenyum sinis, melihat foto-foto yang tergeletak di meja kerjanya. Kaivan dan Hope, mereka berdua terlihat sangat akrab, dan mesra. Chris memang menyuruh orang untuk mengawasi Kaivan.
Dan ternyata benar dugaannya, Kaivan masih terikat dengan perempuan miskin itu.
"Henry!" Chris memanggil Henry yang sedang berada di luar ruangan, Henry yang merasa dipanggil segera menemui Chris.
"Ada apa tuan Chris?"
"Kapan ujian akhir sekolah Kai?" Tanya Chris pada Henry, Henry merasa ada yang tidak beres. Sepertinya Chris sedang marah.
Henry melihat foto-foto berserakan di meja. Dia terkejut dan merasa ada yang tidak beres. Kenapa Hope masih bersama Kaivan? Dia pun segera menjawab pertanyaan Chris walaupun dengan perasaan tidak tenang.
"Acara kelulusan?"
"Saya kurang tahu tuan, jadwalnya belum diumumkan." Ucap Henry membuat Chris mendengus kesal.
"Baiklah, kita tunggu sampai saat itu. Dan anak miskin itu akan menyesal, karena sudah berani melawanku."
"Akan aku buat, acara membahagiakan itu menjadi tragedi yang tidak akan pernah dia lupakan."
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Fiksi Remaja"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
