Happy Reading.
🍂
"Gue aman aja Hope, i'm okay." Ucap Fay pada Hope yang tiba-tiba datang dengan raut khawatir dan langsung menyerbu dengan banyak pertanyaan.
"Lo jangan balik ke rumah dulu." Ucap Hope membuat Gafriel mengangguk cepat, dia sangat setuju dengan perkataan Hope.
"Gue juga gak mau lo balik ke rumah, Mama lo masih disana kan?" Fay menghela nafasnya, dia bisa saja tidak kembali namun rasa takutnya lebih besar dari apapun.
Fallerie benar-benar membuatnya menjadi seorang pengecut yang trauma besar. Seorang ibu kandung yang melampiaskan semuanya pada anaknya. Apa salah Fay sampai harus menerima perlakuan Fallerie?
Hope tahu apa yang dipikirkan Fay, cewek itu mengelus bahu Fay. "Kita bakal lindungin lo Fay. Gue, Gafriel, dan Kai bakal lindungin lo dari mama lo."
Merasa namanya disebut Kaivan melotot tak senang namun saat melihat tatapan lembut Hope cowok itu langsung membuang muka dan menyetujui saja perkataan sang pujaan hati.
"Iya, lo gak perlu takut, gue siap lindungin lo. Kita semua siap lindungin lo!" Seru Gafriel berusaha meyakinkan Fay.
Fay tersenyum kecil, hatinya menghangat. Sejahat-jahat dirinya, Fay ternyata membutuhkan dukungan tulus seperti ini. Fay mengakui, dia benar-benar haus kasih sayang yang tak dia dapatkan dari keluarganya.
"Gue ogah banget banget bilang ini, tapi gue gabisa pendem lagi,"
Semua terdiam, menunggu perkataan Fay selanjutnya. Fay tersenyum sinis kemudian menatap mereka satu persatu.
"Kalau kalian ninggalin gue atau jahatin gue, gue bakal bunuh lo semua satu persatu."
Hope tersenyum kecil kemudian mengangguk, Gafriel mendengus dan mengelus kepala Fay lembut. "Gue gak akan pernah ninggalin lo sayangku." ucap Gafriel penuh sayang.
Kini semua mata tertuju pada Kai, menunggu reaksi cowok itu. "Apa? Kenapa? gue ogah ya, kita gak sedeket itu buat sal-"
"Kai.." lirih Hope dengan wajah kesalnya membuat Kaivan mendengus kesal.
"Serah dah, apa kata Hope gue ikutin aja." Ucap Kaivan membuat Hope tersenyum dan menatap Fay.
"Kita bertiga siap jagain lo."
Fay mengangguk, kini dia merasa yakin. Dia tidak akan takut lagi. "Jadi gue tinggal dimana?"
"Duit lo banyak, ya sewa apart lah. Bego banget pake nanya." Sahut Kaivan jutek membuat Fay mendengus kesal.
"Bisa diem gak, gue gak nanya lo!"
"Gue sewain apartment ya, atau kalau lo mau langsung beli rumah boleh aja. Sepupu gue punya perumahan elit, deket rumah gue juga." ucap Gafriel membuat Fay terlihat berpikir.
"Apartment aja, gue mau yang deket Hope." ucap Fay membuat Hope mengangguk setuju.
"Boleh, biar gampang ketemunya." Sahut Hope membuat Kaivan berdecak tak senang.
"Ganggu aja."
Fay tak memperdulikan perkataan Kaivan, dia menatap Gafriel. "Gue mau yang deket Hope ya." Gafriel mengangguk
"Berapa harga apart-nya, biar gue langsung transfer." ucap Gafriel membuat Fay menggeleng cepat.
"Gue masih punya uang, gue bukan orang miskin." Ucap Fay membuat Gafriel tersenyum geli dan mengacak-acak rambut pacarnya.
"Iya tau sayang, tapi kan gue sebagai pacar mau bayarin."
Hope dan Kaivan saling menatap, merasa ada yang aneh dengan perkataan Gafriel.
"Pacar? udah jadian?" tanya Hope membuat Gafriel tersenyum bangga berbeda dengan Fay yang meringis pelan.
"Iya dong, gue nembak dia tadi." Ucap Gafriel membuat Kaivan menahan tawa.
"Norak banget, nembak kok di rumah sakit." Kekeh Kaivan membuat Fay melotot kesal.
"Emang lu nembak Hope dimana?" sinis Fay membuat Kaivan menatap Hope yang juga kini menatapnya datar.
Kaivan tidak pernah menembak Hope, hubungan mereka langsung terjalin begitu saja.
Kaivan merangkul Hope dan mencium pipi Hope, dengan bangga dan percaya diri Kaivan berkata.
"Gue gak mau nembak Hope, gue maunya langsung lamaran, tunangan, nikah. Kelar!"
Semua terdiam, cowok ini terlihat konyol namun sangat menakutkan, tetapi jika itu menyangkut Hope, cowok ini akan bersikap kekanak-kanakan dan gentleman bersamaan.
Benar-benar cowok idaman,
TAPI TIDAK BAGI FAY.
🍂
thanks.
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Ficțiune adolescenți"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
