Happy Reading.
🍂
Izora tersenyum puas melihat kembarnya memasuki rumah dengan wajah murung, cewek itu terlihat sedang marah dan kesal. Dan tentu saja itu adalah sebuah hiburan bagi Izora.
Izara menoleh pada saudaranya itu yang sedang duduk di sofa depan Tv. "Lo gak masuk sekolah, gue yang ribet."
Izora tertawa sinis sebagai balasan."Ya iyalah, kan gue populer gak kayak lo." Ucap Izora dengan wajah angkuhnya sambil mengunyah cemilannya.
"Sok banget, padahal lo bukan siapa-siapa." Ucap Izora sambil merotasi matanya.
Izora tertawa kecil. "Gimana permainan gue? Asik gak?"
Izara mengernyit tidak mengerti, dia belum memainkan sesuatu dengan adik kembarnya itu.
"Soal Kai. Lo gak nanya ke gue kenapa Kai tiba-tiba kayak gitu ke lo?" kekeh Izora membuat Izara melotot marah.
Jadi Izora yang membuat Kaivan bersikap seperti itu padanya?
Izara menghampiri Izora dan menarik rambut adiknya itu. "Lo bilang apa ke Kai bangsat!?"
Izora hanya tersenyum geli. "Kalem kak, gue gak bilang yang aneh-aneh kok."
Izara menahan emosinya lalu melepas rambut Izora dari tangannya.
Izora merapikan rambutnya kemudian tersenyum lebar.
"Gue hanya menjadi pengantara, semacam cerita ke orang lain terus sampe ke telinga orang lain lagi. Gimana ya ngejelasinnya." Izora membuat wajah bingung dengan nada kekanak-kanakan, dan itu berhasil membuat Izara naik pitam.
"Ah intinya gue gak sendiri."
Izara mencengkram bahu Izora. "Lo sama Fay lagi ngerencanain apa? JAWAB YANG BENER BITCH!"
"O-ow, lo cenayang kak? Tau aja Fay terlibat. Udah gue bilang gue gak bilang apa-apa, gue hanya me-"
"SIALAN LO!" Izara langsung menyambar bahu Izora kemudian berjalan cepat menuju kamarnya.
"Santai aja kali kak. Nggak usah sok dramatis gitu, lo itu bermasalah, dan punya musuh dimana-mana. Lo juga jangan sok berlagak ratu dan semua orang harus tunduk sama lo."
Izara segera mengambil ponselnya dan menelpon Fay. Setelah Fay mengangkat Zara segera berteriak kesal.
"HEH KAMPRET! LO BILANG APA SAMA KAI?! JAWAB GUE!"
Fay terdengar berdecak kesal.
"Ih, kok ketahuan sih. Gak seru lo ah."
Zara meremas ponsel yang digenggamnya. "Berani banget lo ya, GUE TANYA LO NGOMONG APA KE KAIVAN BANGSAT?!"
"Gak perlu teriak-teriak juga kali. Lo kalo kayak gini keliatan banget busuknya."
"Yang gue tahu seorang Zara itu sangat anggun, berkharisma dan always calm with ur dirty heart."
Fay terdengar menahan tawa dengan gaya mengejek.
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Ficção Adolescente"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
